Kamis, 27 Desember 2012

Ketahanan Nasional di Era Globalisasi

1.     Pengertian Ketahanan Nasional dan Konsepsi Ketahanan Nasional
Ketahanan nasional adalah kondisi (kehidupan) dinamis bangsa Indonesia yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang terintegrasi.
Ketahanan Nasional (Tannas) berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman,hambatan, dan gangguan baik yang datng dari luar maupun dari dalam negeri dan untuk menjamin identitas, integritas, kelangsungan hidup bangsa dan Negara, serta perjuangan mencapai tujuan nasionalnya.
Konsepsi ketahanan nasional Indonesia adalah konsepsi pengembangan kekuatan nasional melalui pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan yang selaras, serasi dan seimbang dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh dan menyeluruh dan terpadu berlandaskan Pancasila, UUD ’45 dan Wawasan Nusantara. Dengan kata lain, konsepsi ketahanan nasional Indonesia merupakan sarana untuk meningkatkan keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan.
Kesejahteraan yang dimaksud adalah kemampuan bangsa dalam menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilai nasionalnya demi sebesar-besarnya kemakmuran yang adil dan merata rohani dan jasmani.
Dan Keamanan ialah Kemampuan bangsa Indonesia melindungi nilai-nilai nasionalnya terhadap ancaman dari luar maupun dari dalam.

2.     Tujuan Ketahanan Nasional
Tujuan ketahanan nasional pada dasarnya untuk menghadapi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (AHTG). Jadi semakin kuat ketahanan nasional suatu bangsa semakin dapat menjamin kelangsungan hidup atau survival hidup suatu bangsa dan Negara.
Oleh karena itu, saat ini yang dibutuhkan adalah bagaimana membangun ketahanan nasional nasional secara bersama-sama melalui pembinaan tingkat ketahanan dari mulai ketahanan nasional, ketahanan daerah, ketahanan lingkungan, ketahanan keluarga dan     ketahanan.
Dengan pembangunan ketahanan nasional melalui pendekatan dari bawah maka diharapkan dapat tercapai kondisi keamanan nasional yang menjamin kelangsungan hidup bangsa dan Negara dan sekaligus pelaksanaan pembangunan di berbagai daerah.
3.     Asas – Asas Ketahanan Nasional
Asas ketahanan nasional adalah tata laku yang didasari nilai-nilai yang tersusun berlandaskan Pancasil, UUD 1945 dan Wawasan Nusantara. Asas-asas tersebut adalah sebagai berikut (Lemhannas, 2000: 99 – 11).
a) . Asas kesejahtraan dan keamanan
Asas ini merupakan kebutuhan yang sangat mendasar dan wajib dipenuhi bagi individu maupun masyarakat atau kelompok. Didalam kehidupan nasional berbangsa dan bernegara, unsur kesejahteraan dan keamanan ini biasanya menjadi tolak ukur bagi mantap/tidaknya ketahanan nasional.
b). Asas komprehensif/menyeluruh terpadu
Artinya, ketahanan nasional mencakup seluruh aspek kehidupan. Aspek-aspek tersebut berkaitan dalam bentuk persatuan dan perpaduan secara selaras, serasi, dan seimbang.
c). Asas kekeluargaan
Asas ini bersikap keadilan, kebersamaan, kesamaan, gotong royong, tenggang rasa dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam hal hidup dengan asas kekeluargaan ini diakui adanya perbedaan, dan kenyataan real ini dikembangkan secara serasi dalam kehidupan kemitraan dan dijaga dari konflik yang bersifat merusak/destruktif.



4.     Sifat-sifat Ketahanan Nasional
Beberapa sifat ketahanan nasional yang ada mingkin akan kami jabarkan seperti dibawah ini :
Ø Mandiri      
Maksudnya adalah percaya pada kemampuan dan kekuatan sendiri dan tidak mudah menyerah. Sifat ini merupakan prasyarat untuk menjalin suatu kerjasama. Kerjasama perlu dilandasi oleh sifat kemandirian, bukan semata-mata tergantung oleh pihak lain
Ø Dinamis
Artinya tidak tetap, naik turun tergantung situasi dan kondisi bangsa dan negara serta lingkungan strategisnya. Dinamika ini selalu diorientasikan kemasa depan dan diarahkan pada kondisi yang lebih baik.
Ø Wibawa
Keberhasilan pembinaan ketahanan nasional yang berlanjut dan berkesinambungan tetap dalam rangka meningkatkan kekuatan dan kemampuan bangsa. Dengan ini diharapkan agar bangsa Indonesia mempunyai harga diri dan diperhatikan oleh bangsa lain sesuai dengan kualitas yang melekat padanya. Atas dasar pemikiran diatas, maka berlaku logika, semakin tinggi tingkat ketahanan nasional, maka akan semakin tinggi wibawa negara dan pemerintah sebagai penyelenggara kehidupan nasional.
Ø Konsultasi dan kerjasama
Hal ini dimaksudkan adanya saling menghargai dengan mengandalkan pada moral dan kepribadian bangsa. Hubungan kedua belah pihak perlu diselenggarakan secara komunikatif sehingga ada keterbukaan dalam melihat kondisi masing-masing didalam rangka hubungan ini diharapkan tidak ada usaha mengutamakan konfrontasi serta tidak ada hasrat mengandalkan kekuasaan dan kekuatan fisik semata.

5.      Kedudukan dan Fungsi Ketahanan Nasional
Kedudukan dan fungsi ketahanan nasional dapat dijelaskan sebagai berikut :
a). Kedudukan :
ketahanan nasional merupakan suatu ajaran yang diyakini kebenarannya oleh seluruh bangsa Indonesia serta merupakan cara terbaik yang perlu di implementasikan secara berlanjut dalam rangka membina kondisi kehidupan nasional yang ingin diwujudkan, wawasan nusantara dan ketahanan nasional berkedudukan sebagai landasan konseptual, yang didasari oleh Pancasil sebagai landasan ideal dan UUD sebagai landasan konstisional dalam paradigma pembangunan nasional.
b). Fungsi :
Ketahanan nasional nasional dalam fungsinya sebagai doktrin dasar nasional perlu dipahami untuk menjamin tetap terjadinya pola pikir, pola sikap, pola tindak dan pola kerja dalam menyatukan langkah bangsa yang bersifat inter – regional (wilayah), inter – sektoral maupun multi disiplin. Konsep doktriner ini perlu supaya tidak ada cara berfikir yang terkotak-kotak (sektoral). Satu alasan adalah bahwa bila penyimpangan terjadi, maka akan timbul pemborosan waktu, tenaga dan sarana, yang bahkan berpotensi dalam cita-cita nasional. Ketahanan nasional juga berfungsi sebagai pola dasar pembangunan nasional. Pada hakikatnya merupakan arah dan pedoman dalam pelaksanaan pembangunman nasional disegala bidang dan sektor pembangunan secara terpadu, yang dilaksanakan sesuai dengan rancangan program.





6.     Pengaruh Ketahanan Nasional Terhadap Aspek Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
I.                   Ketahanan Aspek Ideologi
a)         Ideologi bangsa Indonesia adalah Pancasila yang berarti Pancasila sebagai dasar Negara sumber hukum dan pandangan hidup bangsa Indonesia
b)         Ketahanan Aspek Ideologi harus menjamin bahwa Pancasila tidak meluntur dari jiwa bangsa Indonesia melalui pembinaan yang terus berlanjut
c)         Pembinaan Ketahanan Ideologi melalui langkah-langkah :
v  Pengamatan Pancasila secara obyektif dan subyektif terus dikembangkan serta ditingkatkan.
v  Pancasila sebagai Ideologi terbuka perlu terus direlevansikan dan di aktualisasikan mengikuti perkembangan dunia tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.
v  Sesanti Bhineka Tunggal Ika dan Konsep Wawasan Nusantara yang bersumber Pancasila harus terus dikembangkan dan ditanamkan dalam masyarakat majemuk sebagai upaya untuk selalu menjaga Persatuan & Kesatuan Bangsa serta Kekuasaan Wilayah.
v  Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan dasar negaraharus dihayati dan diamalkan secara nyata.
v  Pembangunan, sebagai pengamalan Pancasila harus menunjukkan keseimbangan antara fisik material dengan mental spiritual.
v  Pendidikan Moral Pancasila ditanamkan pada anak didik dengan mengintegrasikan dalam mata pelajaran lain dan diberikan kepada masyarakat luas secara formal maupun non formal.
II.                Ketahanan Aspek Politik
a)         KetahananAspek Politik harus menjamin bahwa kehidupan politik bangsa dapat berkembang secara sehat, dinamis dan mampu memelihara stabilotas politik melalui pembinaan yang berlanjut.





b)                     Pembinaan Ketahanan Politik Dalam Negeri akan mewujudkan :
v  Sistem pemerintahan yang berdasar pada hukum, bukan pada kekuasaan bersistem obsolut
v  Mekanisme poltik yang memungkinkan adanya perbedaan pendapat, namun perbedaan tersebut tidak menyangkut nilai dasar sehingga tidak menjurus kepada konflik.
v  Kepemimpinan nasional mampu mengakomodasikan aspirasi hidup da lam masyarakat dan tetap dalam lingkup Pancasila, UUD ’45, dan Wawasan Nusantara.
v  Terjalin komunikasi politik yang timbal balik antar pemerintah dan masyarakat, antar kelompok / golongan dalam masyarakatdalam mencapai tujuan nasionalnya.

c)                  Pembinaan Ketahanan Politik Luar Negeri akan mewujudkan :
v  Hubungan Luar Negeri yang ditujukan untuk meningkatkan kerjasama di berbagai bidang dan menguntungkan kedua belah pihak.
v  Politik luar negeri yang harus dikembangkan sesuai prioritas dalam rangka meningkatkan persahabatan dan kerjasama antar Negara berkembang, dengan Negara maju sesuai kemampuan demi kepntingan nasional (kesejahteraan & keamanan)
v  Citra positif Indonesia harus ditingkatkan melalui promosi, diplomasi, hubungan internasional, pertukaran mahasiswa, dan kegiatan olahraga.
v  Perjuangan yang mewujudkan tatanan dunia baru dan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan social (pengiriman militer dibawah PBB)
III.             Ketahanan Aspek Ekonomi
a.       Ketahanan aspek ekonomi harus menjamin sistem perekonomian Indonesia sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargakan berkembang dengan baik (tidak dimonopoli pihak pihak tertentu) dan dibina memalui pembinaan yang terus berlanjut.
b.      Wujud ketahanan ekonomi tercermin dalam kondisi kehidupan perekonomian bangsa yang mampu memelihara stabilitas ekonmi yang sehat, dinamismenciptakan kemandirian ekonomi nasional yang berdaya yang saling tingi, dan mewujudkan kemakmuran rakyat yang adil dan makmur.
c.       Pembinaan ketahanan aspek ekonomi yang perlu dilakukan :
v  Sistem ekonomi Indonesia diarahkan untuk dapat mewujudkan kemakmuran dan ksejahteraan yang adil dan merta diseluruh wilayah Nusantara melalui ekonomi kerakyatan.
v  Ekonomi kerakyatan harus menghindarkan :
-          Sistem free fight liberalism yang hanya menguntungkan golongan tertentu dan tidak memungkinkan berkembangnya ekonomi kerkyatan.
-          Sistem ekonomi etatisme, dalam arti Negara beserta aparatur ekonomi Negara bersifat dominan serta mendesak dan mematikan potensidan daya kreasi unit-unit ekonomi diluar sector Negara.
-          Pemusatan kekuatan ekonomi pad satu kelompok dalam bentuk monopoli yang merugikan masyarakat
v  Struktur ekonomi dimantapkan secara seimbang dan saling menguntungkan dlam keselarasan dan keterpaduan antara sector pertanian dan pridustrian serta jasa.
v  Pembangunan ekonomi,yang merupakan usaha bersama atas dasar asas kekeluargaan dibawah pengawasan masyarakat, memotivasi peran serta masyarakat secara aktif.
v  Pemerataan pembangunan dan pemanfatn hasil-hasilnya senantiasa dilaksanakan dengan memperhatikan keseimbangan antara wilayah dan atar sector.
v  Kemampuan bersaing harus ditumbuhkan secara sehat dan dinmis untuk meningkatkan eksitensi perekonomian nasional
IV.             Ketahanan Aspek social budaya
a)      Sosial budaya mengandung arti :
v  Sosial = Pergaulan hidup manusia atau bermasyarakat
v  Budaya = hasil cipta, rasa, dan karsa manusia yang menumbuhkan gagasan utama dan menjadikan penduduk dalam pergaulan.
b)      Ketahanan Aspek social budaya harus menjamin bahwa kehidupn social budaya masyarakat Indonesia berkembang dengan baik (tidak terpengaruh oleh budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya bangsa Indonesia) dan harus dibina memlui pembinaan yang terus berlanjut.
c)      Pembinaan ketahanan social budaya melalui antara lain :
v  Berupaya mampu membentuk dan mengembangkan kehidupan social budaya masyarakat Indonesia yang beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha esa, rukun bersatu, cinta tanah air, berkualitas, maju, dan sejahtera dalam kehidupan yang serba selaras, serasi dan seimbang.
v  Mampu menangkal penetrasi budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya nasional
V.                Ketahahan Aspek Han-Kam
a.             Ketahanan Aspek Pertahanan – Keamanan diartikan sebgai kondisi dinamik kehidupan pertahanan keamanan bangsa Indonesia yang mengandung keuletan, ketangguhan, dan kemampuan dalam menghadapi dan mnegatasi segala tantangan, hambatan, gangguan, dan ancaman darimanapun datangnya danharus dibina secara terus menerus dan berlajut.
b.            Wujud ketahanan pertahanan dan keamanan dalam kondisi daya tangkal bangsa yang dilansai oleh kesadaran bela Negara seluruh rakyat. Kondisi ini diawali dari kemampuan bangsa dalam memelihara stabilitas pertahanan dan keamanan Negara, mengamankan pembangunan, dan hasil hasilnya serta mmpertahankan kedaulatan Negara yang menangkal segala bentuk ancaman.
c.             Pengertian ketahanan pertahanan dan keamanan (ketahanan nasional) adalah keuletan dan ketanguhan bangsa dalam mewujudkan kesiapsiagaan serta upaya bela Negara dimana seluruh kemampuan rakyat (semesta)yang meliputi potensi dan kekuatan ideology, politik, ekonomi, social budaya, militer, dan kekpolisian disusundan dikerahkan secar terpimpin, terntegrasi dan terkoordinasi dalam menjamin kenegaraan sistem keamanan nasional dan menjamin kesinambunganpembagunan nasional demi kelangsungan hidup bangsa dan Negara berdasarkan Pancasila dan UUD ’45.
d.            Pengertian Ketahanan Pertahanan dan Keamanan melahirkan :
v  Bangsa Indonesia mempunyai pandangan tentang perang dan damai.
v  Penyelenggaraan ketahanan dan keamanan dilandasi :
-          Landasan Idiil adalah Pancasila
-          Landasan Konstitusional adalah UUD ‘45
-          Landasan Visional adalh wawsan nusantara
v  Pertahanan dan keamanan Negara merupakan upaya national sehingga melibatkan segenap potensidan kekuatan nasional.
v  Pertahanan dan keamanan Negara diselenggarakan denagn sitem keamanan nasiaonal (sishankamrata) yang bersifat total menyeluruh.
v  Segenap kekuatan dan kemampuan pertahanan dan keamanan rakyat semesta diorganisasikan dalam satu wadah tunggal TNI dan Polri.
d)     Pembinaan ketahanan Han-kan harus dilakukan sehingga :
v  Harus mampu mewujudkan kesiap-siagaan serta upaya bela Negara yang berisi ketangguhan, kemampun dan kekuatan melaui penyelenggartaan sishamkamnas (sishamkamrata).
v  Bangsa Indonesia cint damai akan tetapi lebih cinta pada kemerdekaan da kedaualatan.
v  Pembaguanan kekuatan dan kemampuan hankam ditunjukkan untuk menjamin perdamaian dan stbilitas keamanan demi kelangsungan pembangunan nasional.
v  Potensi nasional dan hasil-hasil pembaguanan harus dilindungi dari segala gangguan dan ancaman agar tetep dapat dimanfaatkan.
v  Peralatan dan perlengkapan untuk membangun pertahanan  dan kekuatan sedapat mungkin dihasilkan oleh industry dalam negri.
v  Pembangunan dan pengguannaan kekuatan dan kemampuan hankam harus dilakukan oleh mnusia-manusia yang berbudi luhur, arif, bijaksana, menghormati HAM dan menghayati makna dan hakikat perang dan damai.
v  Sebagai tentara rakyat,- tentara pejuang dan nasional makna TNI berpedoman pada sata marga yang  merupakan penjabaran pancasila. Dalam masa damai TNI dikembangkan dengan kekuatan kecil, professioanal, efektif , efisien, dan modern.
v  Sebagai Kekuatan inti kamtibnas, polri berpedoman pada tribrata dan catur prasetya dan dikembangnakan senbagai kekuatan yang mampu melaksanakan penegaka hukum, pemeliharaan keamanan dan pencipataan ketertiban masyarakat






            F)  Untuk mewujudkan keberhasila ketahanna nasiaonal atau yang disebut tamnas , setiap warga Negara Indonesia perlu :
v  Memiliki semangat perjuangan bagsa dalam bentuk perjuanagn nonfisik yang diserta keuletan dan ketangguahan tanpa kenal lelah.
v  Sadar dan peduli akan pengaruh-pengaruh yang timbul pada aspek-aspek hipoleksosbudhankam sehingga mampu mengeliminir pengaruh-pengaruh tersebut.

7.      Ketahanan Nasional dan Konsepsi Ketahanan Nasional
Ketahanan nasional adalah kondisi dinamis suatu bangsa yang meliputi segenap kehidupan nasional yang terintegrasi, berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan, baik yang datang dari dalam maupun dari luar, untuk menjamin identitas, integrasi dan kelangsungan hidup bangsa dan negar serta perjuangan mencapai tujuan nasional dapat dijelaskan seperti dibawah ini :
Ø Ketangguhan
Adalah kekuatan yang menyebabkan seseorang atau sesuatu dapat bertahan, kuat menderita atau dapat menanggulangi beban yang dipikulnya.
Ø Keuletan
Adalah usaha secara giat dengan kemampuan yang keras dalam menggunakan kemampuan tersebut diatas untuk mencapai tujuan.
Ø Identitas
Yaitu ciri khas suatu bangsa atau negara dilihat secara keseluruhan. Negara dilihat dalam pengertian sebagai suatu organisasi masyarakat yang dibatasi oleh wilayah dengan penduduk, sejarah, pemerintahan, dan tujuan nasional serta dengan peran internasionalnya.

Ø Integritas
Yaitu kesatuan menyeluruh dalam kehidupan nasional suatu bangsa baik unsur sosial maupun alamiah, baik bersifat potensional maupun fungsional.
Ø Ancaman
Yang dimaksud disini adalah hal/usaha yang bersifat mengubah atau merombak kebijaksanaan dan usaha ini dilakukan secara konseptual, kriminal dan politis.
Ø Hambatan dan gangguan
Adalah hal atau usaha yang berasal dari luar dan dari diri sendiri yang bersifat dan bertujuan melemahkan atau menghalangi secara tidak konsepsional.
8.     Pengertian Globalisasi
Globalisasi adalah meningkatnya saling keterkaitan di antara berbagai belahan dunia melalui terciptanya proses ekonomi, lingkungan, politik, dan perubahan kebudayaan. Globalisasi merupakan salah satu hal yang harus dihadapi  oleh berbagai bangsa di dunia, termasuk Indonesia. Sebagai anggota masyarakat dunia, Indonesia pasti tidak dapat dan tidak akan menutupi diri dari pergaulan internasional, karena antara negara satu dan negara lainnya pasti terjadi saling ketergantungan.
1.      Martin Albrown
Globalisasi menyangkut seluruh proses dimana penduduk dunia terhubung ke dalam komunitas dunia tunggal, komunitas global
2.      Malcom Waters
globalisasi adalah sebuah proses sosial yang berakibat pembatasan geografis pada keadaan sosial budaya menjadi kurang penting yang terjelma di dalam kesadaran orang.
3.      Selo Soemardjan
Globalisasi adalah terbentuknya organisasi dan komunikasi antara masyarakat di seluruh dunia untuk mengikuti sistem dan kaidah yang sama.
4.      Kamus Besar Bahasa Indonesia
Proses masuknya ke ruang lingkup dunia.
5.      Wikipedia Ensiklopedi Bahasa Indonesia
Adalah suatu proses di mana antarindividu, antarkelompok, dan antarnegara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan memengaruhi satu sama lain yang melintasi batas Negara.

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa globalisasi adalah: Proses dimana seluruh penduduk baik antarindivisu maupun antarkelompok didunia masuk kedalam suatu komunitas sehingga bisa saling berkomunikasi tanpa memperhatikan keadaan geografisnya.
Adapun peristiwa-peristiwa dalam sejarah dunia yang meningkatkan proses globalisasi antara lain:
  • Ekspansi negara-negara Eropa ke belahan dunia lain.
  • Munculnya kolonialisme dan imperialisme.
  • Revolusi industri yang dapat mendorong pencarian barang hasil produksi.
  • Pertumbuhan kapitalisme, yaitu sistem dan paham ekonomi yang modalnya  bersumber dari modal pribadi atau modal perusahaan swasta dengan ciri persaingan dalam pasaran bebas.
  • Meningkatnya telekomunikasi dan transportasi berkat ditemukannya telepon genggam dan pesawat jet pasca Perang Dunia II.

Faktor-faktor pendorong globalisasi antara lain:
  • Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
  • Diterapkannya perdagangan bebas.
  • Liberalisasi keuangan internasional.
  • Meningkatnya hubungan antar negara.

Tujuan globalisasi ada tiga macam, yaitu:
  • Mempercepat penyebaran informasi.
  • Mempermudah setiap orang memenuhi kebutuhan hidup.
  • Memberi kenyamanan dalam beraktifitas.

Globalisasi memiliki arti penting bagi bangsa Indonesia, yaitu kita dapat mengambil manfaat dari globalisasi dan menerapkannya di Indonesia. Manfaat globalisasi antara lain kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, mempermudah arus modal dari negara lain, dan meningkatkan perdagangan internasional.


Globalisasi memiliki nilai-nilai positif namun juga memiliki nilai-nilai negatif. Untuk menyaring nilai-nilai negatif maka kita harus berpedoman pada nilai-nilai Pancasila, karena nilai-nilai Pancasila sesuai dengan situasi dan kondisi bangsa Indonesia. Jika kita mengambil nilai-nilai negatif globalisasi, maka yang akan terjadi adalah kaburnya jati diri bangsa Indonesia dan masuknya kebiasaan-kebiasaan yang buruk.
10.             Ciri – Ciri Globalisasi
a.       Perubahan dalam ruang dan waktu. Perkembangan barang-barang seperti telepon genggam, televisi satelit, dan internet menunjukkan bahwa komunikasi global terjadi demikian cepatnya, sementara melalui pergerakan manusia memungkinkan kita merasakan banyak hal dari budaya yang berbeda.
b.       Pasar dan produksi ekonomi di negara-negara yang berbeda menjadi saling bergantung sebagai akibat dari pertumbuhan perdagangan internasional, peningkatan pengaruh perusahaan multinasional, dan dominasi organisasi perdagangan internasional.

c.        Meningkatnya masalah bersama, misalnya pada bidang lingkungan hidup, krisis multinasional,inflasi regional dan lain-lain.

d.      Peningkatan interaksi kultural melalui perkembangan media massa (terutama                             televisi, film,   musik, dan transmisi berita dan olah raga internasional). saat ini, kita dapat mengonsumsi dan mengalami gagasan dan pengalaman baru mengenai hal-hal yang melintasi beraneka ragam budaya, misalnya dalam bidang fashion, literatur, dan makanan.










11.             Tipe – Tipe Globalisasi
Menurut Arjun Appandurai, ada lima tipe globalisasi, lima tipe globalisasi adalah:
a.       Etnoscapes
Hal ini berkaitan dengan pergerakan manusia seperti kegiatan turisme ke negara lain.
b.      Mediascapes
Hal ini berkaitan dengan media massa seperti adanya televisi, radio, internet, dan lain –lain.
c.       Ideascapes
Hal ini berkaitan dengan ide atau gagasan seperti pemebntukan organisasi lingkungan hidup.
d.      Financescapes
Hal ini berkaitan dengan perkembangan kurs mata uang dunia.
e.      Technoscapes
Hal ini berkaitan dengan teknologi.

12.             Faktor – Faktor Penggerak Globalisasi
Setiap hal didalam kehidupan ini pasti ada faktor yang mendorong atau menggerakkan hal tersebut terjadi. Begitu juga dengan globalisasi, pasti ada faktor yang mendorong terjadinya globalisasi. Ada dua faktor  penggerak globalisasi yaitu:
a.       Teknologi Komunikasi dan Informasi
Dengan adanya kemajuan pesat dibidang teknologi komunikasi dan informasi dapat mengetahui segala informasi di dunia tanpa hambatan jarak maupun waktu. Dahulu, orang hanya menggunakan alat komunikasi yang sederhana. Kualitas dan kuantitas komunikasi mereka pun dipengaruhi oleh jarak dan waktu. Semakin jauh jaraknya dan semakin lama waktunya, maka informasi yang mereka dapat pun sangat sedikit dan sangat jarang. Tapi kini, dengan jarak sejauh apa pun, hanya dalam hitungan menit dapat kita ketahui. Hal ini dikarenakan kemajuan pesat dalam teknologi komunikasi dan informasi. Kita dapat mengetahui informasi diseluruh dunia dengan melihat televisi atau radio tanpa harus susah – susah uantuk mendapatkan informasi. Selain itu segala peristiwa didunia ini langsung kita liahat tanpa harus ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Oleh karena itulah semakin pesat teknologi komunikasi dan informasi, semakin besar dan kuat arus globalisasi.
b.      Teknologi Transportasi
Dahulu, orang bepergian dengan alat transportasi sederhana. Kadangkala mereka harus bepergian dengan waktu yang lama karena jaraknya jauh. Namun kini, dengan jarak ribuan kilometer pun, dapat ditempuh dengan beberapa jama bahkan beberapa menit. Akibatnya kita merasakan dunia ini sempit karena kiata bisa menjangkau tempat yang jaraknya ribuan kilometer hanya dalam hitungan jam. Dengan pesatnya teknologi transportasi maka semakin besar dan kuat arus globalisasi.


13.             Proses Adanya Globalisasi    
Maksud daripada sub judul diatas adalah sejarah adanya globalisasi, terutama  yang terjadi di Indonesia. Proses adanya globlisasi adalah sebagai berikut:
Berkembangnya perdagangan negara dari India dan Cina
Ø  Adanya domninasi kauam Muslim dalam perdagangan di Asia Afrika. Para pedagang            Muslim berdagang ke Jepang, Cina, Vietnam, Indonesia, Malaka, Goa, serta membentuk jaringan perdagangan.
Ø  Ekspedisi dunia secara besar – besaran didunia oleh orang Eropa yang didukung oleh Revolusi Industri.
Ø  Berbagai teknologi ditemukan seperti komputer, internet, dan sebagainya. Berkembangnya industri dan kebutuhan akan bahan baku dan munculnya perusahaan multinasional.
Ø  Berakhirnya Perang Dingin dan kejatuhan Komunisme di dunia. Dampak dari berakhirnya Perang Dingin negara – negara didunia mulai menyediakan pasar bebas yang didukung oleh komunikasi dan transportasi yang amat canggih.
14.            Beberapa peluang adanya globalisasi :
Peluang dalam bidang bidang :
a.       Politik.
-          Demokrasi yang berintikan kebebasan mengemukakan pendapat.
-          Politik luar negeri yang bebas aktif
-          Melaksanakan good governance dengan prinsip partisipasi, transparai, rule of law.
-          Melaksanakan efektifitas dan efesiensi dalam segala kegiatan pemerintahan.
b.      Ekonomi
-          Menjaga kestabilan ekonomi makro (globalisasi nilai ukar rupiah dan suku bunga)
-          Menyediakan lembaga-lembaga ekonomi yang modern.
-          Mengekploitasi sumber daya alam secara proporsional.
c.       Social/budaya
-          Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang berbasis nilai-nilai budaya nasional, komputerisasi dan komitmen memlaui dmokratisasi pendidikan
-          Penguasaan IPTEK dan mengaplikasikan di masyarakat
-           Menyusun kode etik profesi sesuai dengan karakter budaya bangsa.
d.      Hankam
-          Mandiri dalam produksi persenjataan dan kebutuhan lain yang dapat diproduksi di dalam negeri
-          Pemberdayaan sarana dan prasaranayang bersedia di dalam negeri
-          Impor barang-barang untuk Hankam dilakukan karena belum dapat diproduksi didalam negeri.
15.            Kecendrungan pengaruh globalisasi terhadap nasionalisme :
a.       Hilangnya diferensiaisi social dan interaksi social cepat atau lmbat (kekuasaan menjadi  tidak dominan)
b.      Canggihnya arus informasi mengakibatkan lembaga enor / negara semakinberkurang.
c.        Munculnya Cyberspace memerobos batas territorial Negara . Negrra tidk lgi dpt memonopoi semua peraturn.
d.      Adanya suatu gelombang perubhan dalam sutau konstelasi polotik bersifat bipolar (barat vs timur, Negara maju vs Negara sedang berkmbang)
e.       Semakin kuatnya saling ketergantungan antar Negara
f.       Menonjolkan pemain – pemain baru dibidang politik, ekonomi, social, lingkungan hidup, HAM dan Keamanan.
g.      Larisnya isuisu bardalam hubungan internasional (misalnya HAM, demokrasi, lingkungan hidup, dll)


16.            Tantangan masa depan dalam gelombang globalisasi
a.       Semakin miskiinya Negara Negara yang kulaitas sumber daya manusianya rendah dan kekurangan sumber daya alam.
b.      Akan banyak terjadipelanggaran HAM jika perubahan social/ekonomi hanya berdasarkan profit.
c.       Perlu menciptakan dn memelihara tatanan dunia yang aman
d.      Perlu diciptakan tatanan ekonomi dan keuangan yang baru (IMF dan WTO perlu ditinjau ulang)
e.       Perlu usaha usaha memelihara planet bumi melalui perlindungan ekosistem oleh setiap manusia dimuka bumi (bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau LSM)
f.       Kerjasama regional perlu ditingkatkan karena kerjasama internasional tertumpu pada kerjasama regional
17.             Upaya Pemerintah menghadapi Era Globalisasi dan perkembangan IPTEK
Dalam menghadapi globalisasi dan perkembangan IPTEK, pemerintah menetapkan beberapa kebijakan seperti termuat dalam GBHN sebagai berikut :
a.       Bidang Ekonomi
Kebijakan bidang ekonomi dalam upaya menghadapi tantangan globalisasi disebutkan sebagai berikut :
·         Mengembangkan perekonomian yang berorientasi global sesuai kemajuan teknologi dengan membangun keunggulan kompetitif berdasarkan keunggulan komparatif sebagai negara maritim dan agraris sesuai kompetensi dan produk unggulan di setiap daerah pertanian dalam arti luas, kehutanan, kelautan, pertambangan, pariwisata, serta industri kecil serta kerajinan rakyat.
·         Mengembangkan kebijakan industri, perdagangan dan investasi dalam rangka meningkatkan Persaingan global dengan membuka aksesibilitas yang sama terhadap kesempatan kerja dan berusaha bagi segenap rakyat, dan seluruh daerah melalui keunggulan kompetitif terutama berbasis keunggulan sumber daya manusia dengan menghapus segala bentuk perlakuan diskriminatif dan hambatan.
b.      Bidang Politik
Kebijakan bidang politik dalam upaya menghadapi tantangan globalisasi disebutkan sebagai berikut :
·         Menegaskan arah politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan berorientasi pada kepentingan nasional, menitikberatkan pada solidaritas antar negara berkembang mendukung perjuangan kemerdekaan bangsa-bangsa, menolak penjajahan dalam segala bentuk, serta kerja sama internasional bagi kesejahteraan rakyat.
·         Meningkatkan kesiapan Indonesia dalam segala bidang untuk menghadapi perdagangan bebas, terutama dalam menyongsong pemberlakuan AFTA, AFEC dan WTO.
·         Memperkuat kelembagaan, sumber daya manusia, sarana dan prasarana penerangan khususnya di luar negeri dalam rangka memperjuangkan kepentingan Nasional di Forum Internasional.
c.       Bidang Agama
Kebijakan bidang Agama dalam upaya menghadapi tantangan globalisasi disebutkan sebagai berikut :
·         Meningkatkan kualitas pendidikan agama melalui penyempurnaan sistem pendidikan agama, sehingga lebih terpadu dan integral dengan sistem pendidikan nasional dengan didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai.
·         Meningkatkan peran dan fungsi lembaga-lembaga keagamaan dalam ikut mengatasi dampak perubahan yang terjadi dalam semua aspek kehidupan untuk memperkokoh jati diri dan kepribadian bangsa, serta memperkuat kerukunan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.




d.      Bidang Pendidikan
Kebijakan bidang Pendidikan dalam upaya menghadapi tantangan globalisasi dan perkembangan IPTEK antara lain :
·         Meningkatkan kemampuan akademik dan kesejahteraan tenaga kependidikan sebagai tenaga kependidikan sebagai tenaga pendidikan mampu berfungsi secara optimal terutama dalam peningkatan pendidikan watak dan budi pekerti agar dapat mengembalikan wibawa  lembaga dan tenaga pendidikan.
·         Meningkatkan kualitas lembaga pendidikan yang diselenggarakan baik oleh masyarakat maupun pemerintah untuk memantapkan sistem pendidikan yang efektif dan efisien dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

e.       Bidang Sosial Budaya
Kebijakan bidang sosial budaya dalam upaya menghadapi tantangan globalisasi dan perkembangan IPTEK sebagai berikut :
·         Mengembangkan dan membina kebudayaan Nasional bangsa Indonesia yang bersumber dari warisan budaya leluhur bangsa, budaya nasional yang mengandung nilai-nilai universal, termasuk kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam rangka mendukung terpeliharanya kerukunan hidup bermasyarakat dan berbangsa dan bernegara.
·         Memberantas secara sistematis perdagangan dan penyalahgunaan narkotika dan obat-obat terlarang dengan memberikan sanksi yang seberat-beratnya kepada produsen, pengedar dan pemakai.
·         Melindungi segenap generasi muda dari bahaya destruktif, terutama bahaya penyalahgunaan narkotika, obat-obatan terlarang dan narkotika lainnya melalui gerakan pemberantasan dan peningkatan kesadaran masyarakat akan bahaya penyalahgunaan narkotika. Membangun Masyarakat Indonesia Modern Sesuai Budaya Bangsa.
Kemerdekaan memberikan kesempatan kepada bangsa kita untuk mewujudkan cita-citanya, yaitu membangun manusia Indonesia seutuhnya. Dengan berpedoman pada Pancasila, bangsa Indonesia membangun masyarakat Indonesia modern sesuai budaya bangsa.
Terwujudnya masyarakat Indonesia yang damai, demokratis, berkeadilan, berdaya asing, maju dan sejahtera, dalam wadah negara kesatuan Republik Indonesia yang didukung oleh manusia Indonesia yang sehat, mandiri, beriman, Bertakwa, cinta tanah air, berkesadaran hukum dan lingkungan, menguasai IPTEK serta berdisiplin.
Dalam visi GBHN 1999 menunjukkan bahwa nilai-nilai kemanusiaan menjadi ukuran segala upaya pemodernan masyarakat. Keberhasilan pembangunan senantiasa harus dinilai berdasarkan kenyataan sejauh mana proses dan juga hasil-hasil pembangunan telah mengangkat martabat manusia Indonesia. Martabat manusia hendaklah menjadi ukuran terhadap keberhasilan gerak pembangunan, namun ironisnya kadang-kadang atas nama modernitas pembangunan tidak jarang justru diwarnai dengan tindakan-tindakan yang tidak memanusiakan manusia, misalnya :
·         Perlakuan sewenang-wenang terhadap buruh dan rakyat kecil
·         Penggusuran permukiman penduduk secara paksa demi mendirikan bangunan prestisius.
·         Tindak kekerasan
·         Pencemaran lingkungan
·         Penyelewengan pemanfaatan teknologi
·         Upaya mendorong masyarakat bersikap materialistik dan hedonistic melalui berbagai iklim.
Itulah kenyataan yang sebenarnya, terwujudnya masyarakat Indonesia yang modern dan manusiawi harus terus diperjuangkan. Dengan berbekal kemampuan IPTEK yang tangguh serta wawasan kemanusiaan yang luas kita siap menapaki era globalisasi dan kemajuan IPTEK menuju masyarakat Indonesia yang manusiawi.


18.             Kehidupan yang Diharapkan dalam Pembangunan di Era Globalisasi
Ketika pembangunan kita memasuki era globalisasi diperkirakan kita hidup dalam suasana penuh persaingan, perdagangan bebas, dan hubungan antar bangsa yang semakin terbuka. Untuk itu diperlukan persiapan yang matang dan memadai. Dengan demikian, gambaran kehidupan yang sesuai dengan era itu antara lain sebagai berikut :
·         Kualitas sumberdaya manusia yang tinggi, antara lain tercermin dari kemampuan profesionalismenya untuk memenuhi kebutuhan pembangunan.
·         Semakin handalnya sumber pembiayaan pembangunan yang berasal dari dalam negeri yang berarti semakin kecil ketergantungan pada sumber pembiayaan dari luar negeri.
·         Kemampuan untuk memenuhi sendiri kebutuhan yang paling pokok agar tidak menimbulkan berbagai keraguan.
·         Ketahanan ekonomi yang tangguh dan memiliki daya saing tinggi.
·         Etos kerja dan disiplin masyarakat yang tinggi.
Selain itu, perlu diperhatikan juga situasi internasional. Baik situasi politik, ekonomi, maupun keamanan. Karena hal itu akan dapat mempengaruhi perkembangan kehidupan kita baik langsung ataupun tidak langsung. Dan pada akhirnya akan dapat mengganggu tercapainya sasaran pembangunan nasional.

19.             Tatanan Kehidupan Abad Teknologi Canggih yang Berdasarkan Pancasila
Sekarang ini ilmu pengetahuan dan teknologi telah berkembang begitu cepat dan canggih hal itu memacu adanya perubahan di berbagai aspek kehidupan. Perubahan yang di sebabkan oleh masuknya teknologi modern, dirasakan sebagai suatu hal yang sangat cepat dan mendesak. Indonesia sebagai negara berkembang sangat merasakan hal itu, dengan demikian. Indonesia harus melakukan alih teknologi untuk mempertahankan kehidupannya di tengah pergaulan dengan negara lain.
Proses alih teknologi itu bukan hanya langsung meniru dan menerapkan hasil budaya bangsa asing. Akan tetapi bangsa Indonesia harus bersikap terbuka dengan masuknya hasil budaya bangsa asing tersebut. Karena apabila, tidak bersikap terbuka, berarti bangsa Indonesia menutup diri dengan segala kemajuan yang terjadi, dan dikhawatirkan bangsa Indonesia akan ketinggalan dengan bangsa/ negara lain. Tentu saja, hal itu tidak kita harapkan. Namun perlu di ingat dengan adanya proses alih teknologi, kita harus menyiapkan segala kondisi fisik alamiah maupun sosial. Hal itu dimaksudkan agar kita tidak kehilangan kepribadian bangsa. Kita sebagai bangsa Indonesia patut bersyukur karena mempunyai landasan kepribadian yang cukup kuat, yaitu Pancasila.

20.             Pentingya Pemantapan Rasa Kebangsaan dan Kebanggaan Nasional Terhadap Kreasi dan Produksi dalam Negeri
Dengan belajar dari pengalaman bangsa lain, bangsa Indonesia sejak dahulu telah mempunyai semangat kebangsaan dan kebanggaan nasional yang tinggi. Namun untuk sekarang ini lebih dikembangkan lagi dengan apa yang kemudian dikenal wawasan kebangsaan. Inti dari konsep itu adalah loyalitas warga negara terhadap bangsa dan negaranya. Bentuk loyalitas itu antara lain sebagai berikut :
·         Mengaku sebagai warga negara Indonesia. Hal itu berarti mempunyai suatu kesadaran untuk mengakui sebagai pendukung cita-cita dan tujuan yang menjadi jati diri bangsa Indonesia.
·         Bangga sebagai bangsa Indonesia. Dengan memiliki rasa bangga, maka akan timbul rasa cinta yang kemudian akan rela berkorban demi kepentingan bangsa.
·         Mempunyai rasa solidaritas sosial yang tinggi kita sebagai manusia tidak dapat hidup sendiri. Oleh karena itu, kita harus mempunyai rasa solidaritas sosial yang tinggi. Sikap dan perilaku tersebut dapat diwujudkan dengan bekerja sama dan tolong menolong terhadap orang lain.
Di era globalisasi ini, ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) menjadi faktor yang sangat mempengaruhi kehidupan IPTEK menjadi faktor penentu keberadaan dan kemajuan masyarakat. Kecenderungan ke arah globalisasi dan pemanfaatan IPTEK akan terlindas oleh kemajuan bangsa-bangsa lain.
Berkat kemajuan IPTEK, kini kita begitu mudah berkomunikasi dan berinteraksi dengan masyarakat dunia. Terjadinya proses akulturasi dan pengaruh nilai-nilai kebudayaan antar bangsa secara langsung ataupun tidak langsung dapat mempengaruhi nilai, tata hidup, gaya hidup, sikap hidup, maupun pikiran kita. Untuk itu diperlukan sikap bijaksana, yaitu kesediaan untuk membuka diri terhadap tuntutan zaman, sekaligus waspada terhadap nilai-nilai sosial budaya dari luar. Hanya nilai-nilai yang sesuai dengan kepribadian kita yang kita serap.
Dengan meningkatnya hubungan antar bangsa di dunia, maka pengaruh tata nilai dan budaya luar akan makin tinggi pula masuk ke Indonesia. Akibatnya kalau kita tidak mempunyai ketahanan mental, ideologi, dan kewaspadaan kita dapat menjadi korban globalisasi dan pergaulan antar bangsa. Sadar akan besarnya bahaya yang akan mengancam moralitas bangsa, pemerintah mengambil langkah-langkah guna mempertahankan kepribadian bangsa Indonesia kepribadian yang dimaksud adalah kepribadian yang berakar dan bersejarah dan kebudayaan Indonesia. Yaitu kebudayaan yang menghargai keserasian dan keselarasan sebagai nilai esensial.

21.             Nilai-Nilai yang Dapat Merusak Kepribadian Bangsa
Adapun beberapa nilai-nilai yang tidak sesuai atau lebih – lebih yang dapat merusak kepribadian bangsa yang harus kita tolak, misalnya :
·         Sekularisme, yaitu paham atau pandangan falsafah yang berpendirian bahwa moralitas tidak perlu didasarkan pada ajaran agama.
·         Individualisme, yaitu sikap yang mementingkan kepentingan sendiri
·         Hedonisme, yaitu paham yang melihat bahwa kesenangan atau kenikmatan menjadi tujuan hidup dan tindakan manusia
·         Materialisme, yaitu sikap yang selalu mengutamakan dan mengukur segala sesuatu berdasarkan materi. Hubungan batiniah tidak lagi menjadi bahan pertimbangan dalam hubungan antar manusia
·         Ekstremisme, yaitu pikiran atau tindakan seseorang yang melampaui batas kebiasaan / norma-norma yang ada dan berlaku di suatu tempat
·         Chauvinisme, yaitu paham yang mengagung-agungkan bangsa sendiri dan merendahkan bangsa lain
·         Elitisme, yaitu sikap yang cenderung bergaya hidup berbeda dengan rakyat kebanyakan
·         Konsumenisme, yaitu paham atau gaya hidup menganggap barang-barang sebagai ukuran kebahagiaan dan kesenangan
·         Diskriminatif, yaitu sifat seseorang yang suka membeda-bedakan antar yang satu dengan lainnya
·         Glamoristik, yaitu sikap atau gaya hidup suka menonjolkan kemewahan.
Kelemahan dan kekuatan Indonesia dalammenghadapi era globalisasi
Gejala gejala paradox itu misalnya dapat kita lihat dalam proses globalisasi yang berefek pada diferensiasi,  pada suatu satu pihak terdapat suatu budaya munculnya subbudaya tetapi pada pihak lain atau bersamaan waktunya munculah gejala homogenisasi bentuk budaya terutama yang di sebabkan oleh komunikasi antar manusia yang semakin inten. Negara-negara yang terdiri dari berbagai jenis etnis yang dahulunya secara kuat dikat oleh negara,kini seakan akan ikatan itu mulai melemah dengan munculnya budaya etnis.masalah ini bagi budaya Indonesia sejak semula oleh pendiri republic ini mulai disadari ( founding fathers). Semboyan Bhineka Tunggal Ika berarti pengakuanterhadap nilai-nilai subbudaya etnis dari bangsa Indonesia yang bhinneka, namun keseluruhannya diikat oleh suatu cita-cita yaitu bangsa Indonesia yang berupaya menciptakan budaya nasional Indonesia sebagai puncak budaya etnis. Intensifnya media masa mempromosikan daerah-daerah yang dahulunya terpencil, tetapi sangat eksotis membuat daya turis bagi turisme internasional.
Kemajuan pesat tekhnologi dalam wujud triple “T” Revolution, telekomunikasi atau informasi, transportasi dan trade (perdagangan bebas) membuat hubungan umat manusia antar Negara menjadi sangat intens seakan-akan menggilas Negara bangsa dan membangun citra global. Kemajuan pesat tekhnologi ini membawa muatan isu global seperti demokratisasi, hak asasi manusia dan kelestarian lingkungan hidup. Sebagai bangsa Indonesia, dengan berpijak pada budaya pancasila, kita harus siap menghadapi kekuatan global tersebut, agar tetap eksis sebagai suatu bangsa dalam pergaulan dunia.
Untuk menghadapi globalisasi tersebut kita harus tahu kekuatan dan kelemahan yang kita miliki dalam segenap aspek kehidupan bangsa (astagatra) sebagai berikut :
1.      Geografi
Potensi wilayah darat, laut, udara, dan iklim tropis sebagai ruang hidup sangat baik dan strategis., namun di sisi lain terdapat kelemahan dalm pendayagunaanwilayah darat, laut, dirgantara, dan pengaturn tata ruangnya.
2.      Sumber Kekayaan Alam
Potensi sumber kekayaan alam (SKA) didaratan, lautan, dan dirgantara,baik yang bersifat hayati maupun nonhayati, serta yang dapat diperbaharui maupun yang tidak dapat diperbaharui sangat besar. Hal ini merupakan modal dan kekuatan dalam pembangunan. Namun, kelemahannya belum sepenuhnya potensi sumber kekayaan alam tersebut dimanfaatkan secara optimal. Kalaupun ada yang telah dimanfaatkan masih ada diantaranyadalam pemanfaatannya karena kurang memperhatikan kelesrarian dan distribusi hasilnya. Hal ini tidak sejalan dengan konsep pembangunan berkelanjutan dan keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia. Disisi lain juga sumber kekayaan alam yang ada tidak seluruhnya dapat dijaga keamanannya dengan baik atau dengan kata lain rawan pencurian.
3.      Demografi
Jumlah penduduk Indonesia termasuk nomer 4 di dunia. Pertumbuhannya dapat ditekan akibat makin meningkatnya tingkat pengetahuan masyarakat melalui KB (Pertumbuhan 1,9%). Begitu juga tingkat kesehatan harapan hidup, dan kualitas fisik semakin meningkat. Kelemahannya, sebagian penduduk Indonesia antarwilayah atau daerah atau antarpulau tidak proporsional, pertumbuhan belum mencapai zero growth dan kualitas nonfisik yang masih rendah.
4.      Ideologi
Dalam kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat kita berpegang pada ideologi Pancasila. Pancasila telah diterima sebagai satu-satunya asas dalam kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat. Pembudayaan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari (nilai praktis) telah dan sedang dilaksanakan. Kelemahannya, pengamalan atau pembudayaan Pancasila tersebut belum sepenuhnya terwujud. Ini adalah tantangan bagi seluruh bangsa Indonesia dan jika ideology Pancasila tersebut tidak dapat memberikan harapan hidup lebih baik bukan tidak mungkin akan ditinggalkan oleh masyarakat.
5.      Politik
Dalam pelaksanaan politik sudah diciptakan kerangka landasan sistem Politik Demokrasi Pancasila dan sudah tertata terutama struktur politik dan mekanismenya.
Kendatipun demikian, hal ini perlu dikaji dan disempurnakan sesuai aspirasi dan perkembangan masyarakat demikian juga pelaksanaannya terus memerlukan penyempurnaan sesuai dengan tuntutan kebutuhan dan perkembangan masyarakat. Kelemahannya, budaya politik masih perlu perbaikan dan peningkatan. Suprastruktur masih sangat dominan apabila dibandingkan dengan infrastruktur dan substruktur. Begitu juga komunikasi politik dan partisipasi politik perlu mendapat perhatian untuk diperbaiki.
6.         Ekonomi
Kekuatan perekonomian Indonesia terletak pada struktur perekonomian yang makin seimbang antara sector pertanian dengan sector industry dan jasa. Pertumbuhan perekonomian cukup tinggi (rata-rata + 7%). Kelemahannya, perindustrian belum begitu kokoh karena masih tergantung pada impor bahan baku atau komponen. Impor bahan baku atau komponen serta impor bahan-bahan lainnya sampai kepada barang konsumsi membuat cadangan devisa yang semakin merosot. Belum lagi ditambah utang luar negeri, untuk membiayai pembangunan, harus dicicil dengan devisa yang kita miliki. Sementara itu, dalam proses pembangunan terjadi ekonomi biaya tinggi (high cost economy) yang menbuat inefisien biaya pembangunan. Kesenjangan ekonomi juga cenderung semakin tinggi dapat memacu dan memicu destabilisasi ekonomi dan politik yang berpengaruh terhadap kelangsungan pembangunan tersebut. Perpajakan juga masih lemahdan perlu mendapat perhatian dalam upaya meningkatkan biaya pembangunan yang sedang dijalankan saat ini.








7.      Social Budaya
Kekuatan bangsa Indonesia terletak pada kebhinekaannya, bagaikan kumpulan bunga bewarna-warni dalam sebuah taman. Tetapi apabila kebhinekaan atau kemajemukan tersebut tidak dapat dibina dengan baik bukan tidak mungkin dapat menjadi perpecahan. Dalam kegiatan belajar terdahulu kemajemukan Indonesia disebut juga rawan perpecahan. Sementara sebagai hasil pembangunan yang kita lakukan selama PJPT I di era orde baru ini dapat meningkatkan kesejahteraan dan kecerdasan rakyat serta meningkatkan harkat martabat jatidiri sebagai bangsa Indonesia yang tidak lepas dari akar kebudayaan. Namun demikian, masih banyak kelemahan yang perlu diperbaiki diantaranya, berkembangnya primordialisme, kolusi, korupsi, dan nepotisme yang membudaya dan displin nasional yang semakin merosot. Kehidupan masyarakat agak cenderung kearah individualistis dan materialistis dan makin berkurangnya keteladan para pemimpin.
8.      Pertahanan dan Keamanan
Dalam bidang pertahanan dan keamanan sudah ditata sistem. Pertahanan dan keamanan rakyat semesta, doktrin Hankamrata serta diundangkan UU No.20 Tahun 1982 tentang Pertahanan dan Keamanan Negara. Di sisi lain bangsa Indonesia mewarisi tradisi sebagai bangsa pejuang yang merebut kemerdekaan darin penjajah merupakan sumber kekuatan.Kelemahannya sishankamrata tersebut belum sepenuhnya terwujud. Kesadaran bela Negara belum memasyarakat. Sementara itu tingkat keamanan masyrakat masih terganggu dengan makin meningkatnya kriminalitas.
Berpijak pada kekuatan dan kelemahan yang kita miliki menghadapi era globalisasi. Factor yang berpengaruh sangat dominan adalah perekonomian, khususnya perdagangan (trade) untuk memperoleh keuntungan bagi kesejahteraan rakyat masing-masing Negara. Semua kegiatan atau upaya selalu dikaitkan dengan kepentingan ekonomi atau perdagangan. Kondisi sekarang Negara-negara maju menguasai sebagian besar modal, tekhnologi atau skill. Kondisi ini sangat menguntungkan Negara-negara maju dalam liberalisasi perdagangan dibandingkan dengan Negara-negara berkembang. Hal ini merupakan tantangan bagi bangsa Indonesia untuk mensejajarkan diri dengan bangsa atau Negara maju tersebut, melalui peningkatan ketahanan nasional Indonesia. Kunci dalam peningkatan tannas Indonesia itu adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia menuju ke penguasaan ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang dilandasi oleh iman dan taqwa.

B. Ketahanan Nasional yang diharapkan di Era Globalisasi
Sebagaimana bahwa ketahanan nasional Indonesia harus mampu memberikan jaminan, terhadap:
1.      Identitas dan integritas Nasional
2.      Eksistensi bangsa Indonesia dan Negara Kesatuan Republik Indonesia
3.      Tercapainya tujuan dan cita-cita Nasional
           Untuk itu, bangsa Indonesia melakukan pembangunan nasional (Bangnas). Dalam pembangunan national tersebut diupayakan dengan pendekatan tannas yang dilandasi oleh wawasan nusantara. Oleh karena itu pula, wawasan nusantara sebagai wawasan dalam pembangunan nasional.
            Penerapan pendekatan tannas dalam pembangunan nasional sejalan dengan kelemahan dan kekuatan yang kita miliki seperti diutarakan maka diperlukan pengaturan dalam segenap aspek kehidupan bangsa.