1. Pengertian Ketahanan Nasional dan
Konsepsi Ketahanan Nasional
Ketahanan nasional adalah kondisi
(kehidupan) dinamis bangsa Indonesia yang meliputi segenap aspek kehidupan
nasional yang terintegrasi.
Ketahanan Nasional (Tannas) berisi
keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan untuk mengembangkan kekuatan
nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman,hambatan, dan
gangguan baik yang datng dari luar maupun dari dalam negeri dan untuk menjamin
identitas, integritas, kelangsungan hidup bangsa dan Negara, serta perjuangan
mencapai tujuan nasionalnya.
Konsepsi ketahanan nasional
Indonesia adalah konsepsi pengembangan kekuatan nasional melalui pengaturan dan
penyelenggaraan kesejahteraan yang selaras, serasi dan seimbang dalam seluruh
aspek kehidupan secara utuh dan menyeluruh dan terpadu berlandaskan Pancasila,
UUD ’45 dan Wawasan Nusantara. Dengan kata lain, konsepsi ketahanan nasional
Indonesia merupakan sarana untuk meningkatkan keuletan dan ketangguhan bangsa
yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dengan pendekatan
kesejahteraan dan keamanan.
Kesejahteraan yang dimaksud adalah
kemampuan bangsa dalam menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilai nasionalnya
demi sebesar-besarnya kemakmuran yang adil dan merata rohani dan jasmani.
Dan Keamanan ialah Kemampuan bangsa
Indonesia melindungi nilai-nilai nasionalnya terhadap ancaman dari luar maupun dari dalam.
2.
Tujuan
Ketahanan Nasional
Tujuan ketahanan nasional pada
dasarnya untuk menghadapi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (AHTG).
Jadi semakin kuat ketahanan nasional suatu bangsa semakin dapat menjamin
kelangsungan hidup atau survival hidup suatu bangsa dan Negara.
Oleh karena itu, saat ini yang dibutuhkan adalah bagaimana
membangun ketahanan nasional nasional secara bersama-sama melalui pembinaan
tingkat ketahanan dari mulai ketahanan nasional, ketahanan daerah, ketahanan
lingkungan, ketahanan keluarga dan ketahanan.
Dengan pembangunan
ketahanan nasional melalui pendekatan dari bawah maka diharapkan dapat tercapai
kondisi keamanan nasional yang menjamin kelangsungan hidup bangsa dan Negara
dan sekaligus pelaksanaan pembangunan di berbagai daerah.
3.
Asas
– Asas Ketahanan Nasional
Asas ketahanan nasional adalah tata
laku yang didasari nilai-nilai yang tersusun berlandaskan Pancasil, UUD 1945
dan Wawasan Nusantara. Asas-asas tersebut adalah sebagai berikut
(Lemhannas, 2000: 99 – 11).
a) . Asas kesejahtraan dan keamanan
Asas ini merupakan kebutuhan yang
sangat mendasar dan wajib dipenuhi bagi individu maupun masyarakat atau
kelompok. Didalam kehidupan nasional berbangsa dan bernegara, unsur
kesejahteraan dan keamanan ini biasanya menjadi tolak ukur bagi mantap/tidaknya
ketahanan nasional.
b). Asas komprehensif/menyeluruh terpadu
Artinya, ketahanan nasional mencakup
seluruh aspek kehidupan. Aspek-aspek tersebut berkaitan dalam bentuk persatuan
dan perpaduan secara selaras, serasi, dan seimbang.
c). Asas kekeluargaan
Asas ini bersikap keadilan,
kebersamaan, kesamaan, gotong royong, tenggang rasa dan tanggung jawab dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam hal hidup dengan
asas kekeluargaan ini diakui adanya perbedaan, dan kenyataan real ini
dikembangkan secara serasi dalam kehidupan kemitraan dan dijaga dari konflik
yang bersifat merusak/destruktif.
4.
Sifat-sifat
Ketahanan Nasional
Beberapa sifat ketahanan nasional
yang ada mingkin akan kami jabarkan seperti dibawah ini :
Ø Mandiri
Maksudnya adalah percaya pada kemampuan dan kekuatan sendiri
dan tidak mudah menyerah. Sifat ini merupakan prasyarat untuk menjalin suatu
kerjasama. Kerjasama perlu dilandasi oleh sifat kemandirian, bukan semata-mata
tergantung oleh pihak lain
Ø Dinamis
Artinya tidak tetap, naik turun tergantung situasi dan
kondisi bangsa dan negara serta lingkungan strategisnya. Dinamika ini selalu
diorientasikan kemasa depan dan diarahkan pada kondisi yang lebih baik.
Ø Wibawa
Keberhasilan pembinaan ketahanan nasional yang berlanjut dan
berkesinambungan tetap dalam rangka meningkatkan kekuatan dan kemampuan bangsa.
Dengan ini diharapkan agar bangsa Indonesia mempunyai harga diri dan
diperhatikan oleh bangsa lain sesuai dengan kualitas yang melekat padanya. Atas
dasar pemikiran diatas, maka berlaku logika, semakin tinggi tingkat ketahanan
nasional, maka akan semakin tinggi wibawa negara dan pemerintah sebagai
penyelenggara kehidupan nasional.
Ø Konsultasi
dan kerjasama
Hal ini dimaksudkan adanya saling menghargai dengan
mengandalkan pada moral dan kepribadian bangsa. Hubungan kedua belah pihak
perlu diselenggarakan secara komunikatif sehingga ada keterbukaan dalam melihat
kondisi masing-masing didalam rangka hubungan ini diharapkan tidak ada usaha
mengutamakan konfrontasi serta tidak ada hasrat mengandalkan kekuasaan dan
kekuatan fisik semata.
5.
Kedudukan
dan Fungsi Ketahanan Nasional
Kedudukan dan fungsi ketahanan
nasional dapat dijelaskan sebagai berikut :
a). Kedudukan :
ketahanan nasional merupakan suatu ajaran yang diyakini
kebenarannya oleh seluruh bangsa Indonesia serta merupakan cara terbaik yang
perlu di implementasikan secara berlanjut dalam rangka membina kondisi
kehidupan nasional yang ingin diwujudkan, wawasan nusantara dan ketahanan
nasional berkedudukan sebagai landasan konseptual, yang didasari oleh Pancasil
sebagai landasan ideal dan UUD sebagai landasan konstisional dalam paradigma
pembangunan nasional.
b). Fungsi :
Ketahanan nasional nasional dalam fungsinya sebagai doktrin
dasar nasional perlu dipahami untuk menjamin tetap terjadinya pola pikir, pola
sikap, pola tindak dan pola kerja dalam menyatukan langkah bangsa yang bersifat
inter – regional (wilayah), inter – sektoral maupun multi disiplin. Konsep
doktriner ini perlu supaya tidak ada cara berfikir yang terkotak-kotak
(sektoral). Satu alasan adalah bahwa bila penyimpangan terjadi, maka akan
timbul pemborosan waktu, tenaga dan sarana, yang bahkan berpotensi dalam
cita-cita nasional. Ketahanan nasional juga berfungsi sebagai pola dasar
pembangunan nasional. Pada hakikatnya merupakan arah dan pedoman dalam
pelaksanaan pembangunman nasional disegala bidang dan sektor pembangunan secara
terpadu, yang dilaksanakan sesuai dengan rancangan program.
6.
Pengaruh Ketahanan Nasional Terhadap
Aspek Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
I.
Ketahanan
Aspek Ideologi
a)
Ideologi
bangsa Indonesia adalah Pancasila yang berarti Pancasila sebagai dasar Negara
sumber hukum dan pandangan hidup bangsa Indonesia
b)
Ketahanan
Aspek Ideologi harus menjamin bahwa Pancasila tidak meluntur dari jiwa bangsa
Indonesia melalui pembinaan yang terus berlanjut
c)
Pembinaan
Ketahanan Ideologi melalui langkah-langkah :
v Pengamatan Pancasila secara obyektif
dan subyektif terus dikembangkan serta ditingkatkan.
v Pancasila sebagai Ideologi terbuka
perlu terus direlevansikan dan di aktualisasikan mengikuti perkembangan dunia
tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.
v Sesanti Bhineka Tunggal Ika dan
Konsep Wawasan Nusantara yang bersumber Pancasila harus terus dikembangkan dan
ditanamkan dalam masyarakat majemuk sebagai upaya untuk selalu menjaga
Persatuan & Kesatuan Bangsa serta Kekuasaan Wilayah.
v Pancasila sebagai pandangan hidup
bangsa dan dasar negaraharus dihayati dan diamalkan secara nyata.
v Pembangunan, sebagai pengamalan
Pancasila harus menunjukkan keseimbangan antara fisik material dengan mental
spiritual.
v Pendidikan Moral Pancasila
ditanamkan pada anak didik dengan mengintegrasikan dalam mata pelajaran lain
dan diberikan kepada masyarakat luas secara formal maupun non formal.
II.
Ketahanan
Aspek Politik
a)
KetahananAspek
Politik harus menjamin bahwa kehidupan politik bangsa dapat berkembang secara
sehat, dinamis dan mampu memelihara stabilotas politik melalui pembinaan yang
berlanjut.
b)
Pembinaan
Ketahanan Politik Dalam Negeri akan mewujudkan :
v Sistem pemerintahan yang berdasar
pada hukum, bukan pada kekuasaan bersistem obsolut
v Mekanisme poltik yang memungkinkan
adanya perbedaan pendapat, namun perbedaan tersebut tidak menyangkut nilai
dasar sehingga tidak menjurus kepada konflik.
v Kepemimpinan nasional mampu
mengakomodasikan aspirasi hidup da lam masyarakat dan tetap dalam lingkup
Pancasila, UUD ’45, dan Wawasan Nusantara.
v Terjalin komunikasi politik yang
timbal balik antar pemerintah dan masyarakat, antar kelompok / golongan dalam
masyarakatdalam mencapai tujuan nasionalnya.
c)
Pembinaan
Ketahanan Politik Luar Negeri akan mewujudkan :
v Hubungan Luar Negeri yang ditujukan
untuk meningkatkan kerjasama di berbagai bidang dan menguntungkan kedua belah
pihak.
v Politik luar negeri yang harus
dikembangkan sesuai prioritas dalam rangka meningkatkan persahabatan dan
kerjasama antar Negara berkembang, dengan Negara maju sesuai kemampuan demi
kepntingan nasional (kesejahteraan & keamanan)
v Citra positif Indonesia harus
ditingkatkan melalui promosi, diplomasi, hubungan internasional, pertukaran
mahasiswa, dan kegiatan olahraga.
v Perjuangan yang mewujudkan tatanan
dunia baru dan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan
keadilan social (pengiriman militer dibawah PBB)
III.
Ketahanan
Aspek Ekonomi
a. Ketahanan aspek ekonomi harus
menjamin sistem perekonomian Indonesia sebagai usaha bersama berdasarkan asas
kekeluargakan berkembang dengan baik (tidak dimonopoli pihak pihak tertentu)
dan dibina memalui pembinaan yang terus berlanjut.
b. Wujud ketahanan ekonomi tercermin
dalam kondisi kehidupan perekonomian bangsa yang mampu memelihara stabilitas
ekonmi yang sehat, dinamismenciptakan kemandirian ekonomi nasional yang berdaya
yang saling tingi, dan mewujudkan kemakmuran rakyat yang adil dan makmur.
c. Pembinaan ketahanan aspek ekonomi
yang perlu dilakukan :
v Sistem ekonomi Indonesia diarahkan
untuk dapat mewujudkan kemakmuran dan ksejahteraan yang adil dan merta
diseluruh wilayah Nusantara melalui ekonomi kerakyatan.
v Ekonomi kerakyatan harus
menghindarkan :
-
Sistem
free fight liberalism yang hanya menguntungkan golongan tertentu dan tidak
memungkinkan berkembangnya ekonomi kerkyatan.
-
Sistem
ekonomi etatisme, dalam arti Negara beserta aparatur ekonomi Negara bersifat
dominan serta mendesak dan mematikan potensidan daya kreasi unit-unit ekonomi
diluar sector Negara.
-
Pemusatan
kekuatan ekonomi pad satu kelompok dalam bentuk monopoli yang merugikan
masyarakat
v Struktur ekonomi dimantapkan secara
seimbang dan saling menguntungkan dlam keselarasan dan keterpaduan antara
sector pertanian dan pridustrian serta jasa.
v Pembangunan ekonomi,yang merupakan
usaha bersama atas dasar asas kekeluargaan dibawah pengawasan masyarakat,
memotivasi peran serta masyarakat secara aktif.
v Pemerataan pembangunan dan pemanfatn
hasil-hasilnya senantiasa dilaksanakan dengan memperhatikan keseimbangan antara
wilayah dan atar sector.
v Kemampuan bersaing harus ditumbuhkan
secara sehat dan dinmis untuk meningkatkan eksitensi perekonomian nasional
IV.
Ketahanan
Aspek social budaya
a) Sosial budaya mengandung arti :
v Sosial = Pergaulan hidup manusia
atau bermasyarakat
v Budaya = hasil cipta, rasa, dan
karsa manusia yang menumbuhkan gagasan utama dan menjadikan penduduk dalam
pergaulan.
b) Ketahanan Aspek social budaya harus
menjamin bahwa kehidupn social budaya masyarakat Indonesia berkembang dengan
baik (tidak terpengaruh oleh budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya
bangsa Indonesia) dan harus dibina memlui pembinaan yang terus berlanjut.
c) Pembinaan ketahanan social budaya
melalui antara lain :
v Berupaya mampu membentuk dan
mengembangkan kehidupan social budaya masyarakat Indonesia yang beriman dan
bertaqwa kepada tuhan yang maha esa, rukun bersatu, cinta tanah air,
berkualitas, maju, dan sejahtera dalam kehidupan yang serba selaras, serasi dan
seimbang.
v Mampu menangkal penetrasi budaya
asing yang tidak sesuai dengan budaya nasional
V.
Ketahahan
Aspek Han-Kam
a.
Ketahanan
Aspek Pertahanan – Keamanan diartikan sebgai kondisi dinamik kehidupan
pertahanan keamanan bangsa Indonesia yang mengandung keuletan, ketangguhan, dan
kemampuan dalam menghadapi dan mnegatasi segala tantangan, hambatan, gangguan,
dan ancaman darimanapun datangnya danharus dibina secara terus menerus dan
berlajut.
b.
Wujud
ketahanan pertahanan dan keamanan dalam kondisi daya tangkal bangsa yang
dilansai oleh kesadaran bela Negara seluruh rakyat. Kondisi ini diawali dari
kemampuan bangsa dalam memelihara stabilitas pertahanan dan keamanan Negara,
mengamankan pembangunan, dan hasil hasilnya serta mmpertahankan kedaulatan
Negara yang menangkal segala bentuk ancaman.
c.
Pengertian
ketahanan pertahanan dan keamanan (ketahanan nasional) adalah keuletan dan
ketanguhan bangsa dalam mewujudkan kesiapsiagaan serta upaya bela Negara dimana
seluruh kemampuan rakyat (semesta)yang meliputi potensi dan kekuatan ideology,
politik, ekonomi, social budaya, militer, dan kekpolisian disusundan dikerahkan
secar terpimpin, terntegrasi dan terkoordinasi dalam menjamin kenegaraan sistem
keamanan nasional dan menjamin kesinambunganpembagunan nasional demi
kelangsungan hidup bangsa dan Negara berdasarkan Pancasila dan UUD ’45.
d.
Pengertian
Ketahanan Pertahanan dan Keamanan melahirkan :
v Bangsa Indonesia mempunyai pandangan
tentang perang dan damai.
v Penyelenggaraan ketahanan dan keamanan
dilandasi :
-
Landasan
Idiil adalah Pancasila
-
Landasan
Konstitusional adalah UUD ‘45
-
Landasan
Visional adalh wawsan nusantara
v Pertahanan dan keamanan Negara
merupakan upaya national sehingga melibatkan segenap potensidan kekuatan
nasional.
v Pertahanan dan keamanan Negara
diselenggarakan denagn sitem keamanan nasiaonal (sishankamrata) yang bersifat
total menyeluruh.
v Segenap kekuatan dan kemampuan
pertahanan dan keamanan rakyat semesta diorganisasikan dalam satu wadah tunggal
TNI dan Polri.
d) Pembinaan ketahanan Han-kan harus
dilakukan sehingga :
v Harus mampu mewujudkan
kesiap-siagaan serta upaya bela Negara yang berisi ketangguhan, kemampun dan
kekuatan melaui penyelenggartaan sishamkamnas (sishamkamrata).
v Bangsa Indonesia cint damai akan
tetapi lebih cinta pada kemerdekaan da kedaualatan.
v Pembaguanan kekuatan dan kemampuan
hankam ditunjukkan untuk menjamin perdamaian dan stbilitas keamanan demi
kelangsungan pembangunan nasional.
v Potensi nasional dan hasil-hasil
pembaguanan harus dilindungi dari segala gangguan dan ancaman agar tetep dapat
dimanfaatkan.
v Peralatan dan perlengkapan untuk
membangun pertahanan dan kekuatan
sedapat mungkin dihasilkan oleh industry dalam negri.
v Pembangunan dan pengguannaan
kekuatan dan kemampuan hankam harus dilakukan oleh mnusia-manusia yang berbudi
luhur, arif, bijaksana, menghormati HAM dan menghayati makna dan hakikat perang
dan damai.
v Sebagai tentara rakyat,- tentara
pejuang dan nasional makna TNI berpedoman pada sata marga yang merupakan penjabaran pancasila. Dalam masa
damai TNI dikembangkan dengan kekuatan kecil, professioanal, efektif , efisien,
dan modern.
v Sebagai Kekuatan inti kamtibnas,
polri berpedoman pada tribrata dan catur prasetya dan dikembangnakan senbagai
kekuatan yang mampu melaksanakan penegaka hukum, pemeliharaan keamanan dan
pencipataan ketertiban masyarakat
F) Untuk mewujudkan keberhasila ketahanna
nasiaonal atau yang disebut tamnas , setiap warga Negara Indonesia perlu :
v Memiliki semangat perjuangan bagsa
dalam bentuk perjuanagn nonfisik yang diserta keuletan dan ketangguahan tanpa
kenal lelah.
v Sadar dan peduli akan
pengaruh-pengaruh yang timbul pada aspek-aspek hipoleksosbudhankam sehingga
mampu mengeliminir pengaruh-pengaruh tersebut.
7.
Ketahanan Nasional dan Konsepsi
Ketahanan Nasional
Ketahanan nasional adalah kondisi
dinamis suatu bangsa yang meliputi segenap kehidupan nasional yang
terintegrasi, berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan
mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala
tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan, baik yang datang dari dalam maupun
dari luar, untuk menjamin identitas, integrasi dan kelangsungan hidup bangsa
dan negar serta perjuangan mencapai tujuan nasional dapat dijelaskan seperti
dibawah ini :
Ø Ketangguhan
Adalah kekuatan yang menyebabkan seseorang atau sesuatu
dapat bertahan, kuat menderita atau dapat menanggulangi beban yang dipikulnya.
Ø Keuletan
Adalah usaha secara giat dengan kemampuan yang keras dalam
menggunakan kemampuan tersebut diatas untuk mencapai tujuan.
Ø Identitas
Yaitu ciri khas suatu bangsa atau negara dilihat secara
keseluruhan. Negara dilihat dalam pengertian sebagai suatu organisasi
masyarakat yang dibatasi oleh wilayah dengan penduduk, sejarah, pemerintahan,
dan tujuan nasional serta dengan peran internasionalnya.
Ø Integritas
Yaitu kesatuan menyeluruh dalam kehidupan nasional suatu
bangsa baik unsur sosial maupun alamiah, baik bersifat potensional maupun
fungsional.
Ø Ancaman
Yang dimaksud disini adalah hal/usaha yang bersifat mengubah
atau merombak kebijaksanaan dan usaha ini dilakukan secara konseptual, kriminal
dan politis.
Ø Hambatan
dan gangguan
Adalah hal atau usaha yang berasal dari luar dan dari diri
sendiri yang bersifat dan bertujuan melemahkan atau menghalangi secara tidak
konsepsional.
8.
Pengertian
Globalisasi
Globalisasi adalah meningkatnya saling keterkaitan di antara
berbagai belahan dunia melalui terciptanya proses ekonomi, lingkungan, politik,
dan perubahan kebudayaan. Globalisasi merupakan salah satu hal yang harus
dihadapi oleh berbagai bangsa di dunia, termasuk Indonesia. Sebagai
anggota masyarakat dunia, Indonesia pasti tidak dapat dan tidak akan menutupi
diri dari pergaulan internasional, karena antara negara satu dan negara lainnya
pasti terjadi saling ketergantungan.
1. Martin Albrown
Globalisasi menyangkut seluruh
proses dimana penduduk dunia terhubung ke dalam komunitas dunia tunggal,
komunitas global
2. Malcom Waters
globalisasi adalah sebuah proses
sosial yang berakibat pembatasan geografis pada keadaan sosial budaya menjadi
kurang penting yang terjelma di dalam kesadaran orang.
3. Selo Soemardjan
Globalisasi adalah terbentuknya
organisasi dan komunikasi antara masyarakat di seluruh dunia untuk mengikuti
sistem dan kaidah yang sama.
4. Kamus Besar Bahasa Indonesia
Proses masuknya ke ruang lingkup dunia.
5. Wikipedia Ensiklopedi Bahasa
Indonesia
Adalah suatu proses di mana
antarindividu, antarkelompok, dan antarnegara saling berinteraksi, bergantung,
terkait, dan memengaruhi satu sama lain yang melintasi batas Negara.
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa globalisasi
adalah: Proses dimana seluruh
penduduk baik antarindivisu maupun antarkelompok didunia masuk kedalam suatu
komunitas sehingga bisa saling berkomunikasi tanpa memperhatikan keadaan geografisnya.
Adapun
peristiwa-peristiwa dalam sejarah dunia yang meningkatkan proses globalisasi
antara lain:
- Ekspansi negara-negara Eropa ke
belahan dunia lain.
- Munculnya kolonialisme dan
imperialisme.
- Revolusi industri yang dapat
mendorong pencarian barang hasil produksi.
- Pertumbuhan kapitalisme, yaitu
sistem dan paham ekonomi yang modalnya bersumber dari modal pribadi
atau modal perusahaan swasta dengan ciri persaingan dalam pasaran bebas.
- Meningkatnya telekomunikasi dan
transportasi berkat ditemukannya telepon genggam dan pesawat jet pasca
Perang Dunia II.
Faktor-faktor pendorong globalisasi
antara lain:
- Kemajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi.
- Diterapkannya perdagangan
bebas.
- Liberalisasi keuangan
internasional.
- Meningkatnya hubungan antar
negara.
Tujuan globalisasi ada tiga macam,
yaitu:
- Mempercepat penyebaran
informasi.
- Mempermudah setiap orang
memenuhi kebutuhan hidup.
- Memberi kenyamanan dalam
beraktifitas.
Globalisasi
memiliki arti penting bagi bangsa Indonesia, yaitu kita dapat mengambil manfaat
dari globalisasi dan menerapkannya di Indonesia. Manfaat globalisasi antara
lain kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, mempermudah arus modal dari
negara lain, dan meningkatkan perdagangan internasional.
Globalisasi
memiliki nilai-nilai positif namun juga memiliki nilai-nilai negatif. Untuk
menyaring nilai-nilai negatif maka kita harus berpedoman pada nilai-nilai
Pancasila, karena nilai-nilai Pancasila sesuai dengan situasi dan kondisi
bangsa Indonesia. Jika kita mengambil nilai-nilai negatif globalisasi, maka
yang akan terjadi adalah kaburnya jati diri bangsa Indonesia dan masuknya
kebiasaan-kebiasaan yang buruk.
10.
Ciri – Ciri Globalisasi
a. Perubahan dalam ruang dan waktu.
Perkembangan barang-barang seperti telepon genggam, televisi satelit,
dan internet menunjukkan bahwa komunikasi global terjadi demikian
cepatnya, sementara melalui pergerakan manusia memungkinkan kita merasakan
banyak hal dari budaya yang berbeda.
b. Pasar dan
produksi ekonomi di negara-negara yang berbeda menjadi saling
bergantung sebagai akibat dari pertumbuhan perdagangan internasional,
peningkatan pengaruh perusahaan multinasional, dan dominasi organisasi
perdagangan internasional.
c. Meningkatnya masalah bersama,
misalnya pada bidang lingkungan hidup, krisis multinasional,inflasi regional
dan lain-lain.
d. Peningkatan
interaksi kultural melalui perkembangan media massa (terutama televisi, film, musik, dan transmisi berita dan olah raga
internasional). saat ini, kita dapat mengonsumsi dan mengalami gagasan dan
pengalaman baru mengenai hal-hal yang melintasi beraneka ragam budaya, misalnya
dalam bidang fashion, literatur, dan makanan.
11.
Tipe – Tipe Globalisasi
Menurut Arjun Appandurai, ada lima tipe globalisasi, lima
tipe globalisasi adalah:
a. Etnoscapes
Hal ini
berkaitan dengan pergerakan manusia seperti kegiatan turisme ke negara lain.
b. Mediascapes
Hal ini
berkaitan dengan media massa seperti adanya televisi, radio, internet, dan lain
–lain.
c. Ideascapes
Hal ini
berkaitan dengan ide atau gagasan seperti pemebntukan organisasi lingkungan
hidup.
d. Financescapes
Hal ini
berkaitan dengan perkembangan kurs mata uang dunia.
e. Technoscapes
Hal ini
berkaitan dengan teknologi.
12.
Faktor – Faktor Penggerak
Globalisasi
Setiap hal
didalam kehidupan ini pasti ada faktor yang mendorong atau menggerakkan hal
tersebut terjadi. Begitu juga dengan globalisasi, pasti ada faktor yang
mendorong terjadinya globalisasi. Ada dua faktor penggerak globalisasi
yaitu:
a. Teknologi Komunikasi dan Informasi
Dengan
adanya kemajuan pesat dibidang teknologi komunikasi dan informasi dapat
mengetahui segala informasi di dunia tanpa hambatan jarak maupun waktu. Dahulu,
orang hanya menggunakan alat komunikasi yang sederhana. Kualitas dan kuantitas
komunikasi mereka pun dipengaruhi oleh jarak dan waktu. Semakin jauh jaraknya
dan semakin lama waktunya, maka informasi yang mereka dapat pun sangat sedikit
dan sangat jarang. Tapi kini, dengan jarak sejauh apa pun, hanya dalam hitungan
menit dapat kita ketahui. Hal ini dikarenakan kemajuan pesat dalam teknologi
komunikasi dan informasi. Kita dapat mengetahui informasi diseluruh dunia
dengan melihat televisi atau radio tanpa harus susah – susah uantuk mendapatkan
informasi. Selain itu segala peristiwa didunia ini langsung kita liahat tanpa
harus ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Oleh karena itulah semakin pesat
teknologi komunikasi dan informasi, semakin besar dan kuat arus globalisasi.
b. Teknologi Transportasi
Dahulu,
orang bepergian dengan alat transportasi sederhana. Kadangkala mereka harus
bepergian dengan waktu yang lama karena jaraknya jauh. Namun kini, dengan jarak
ribuan kilometer pun, dapat ditempuh dengan beberapa jama bahkan beberapa
menit. Akibatnya kita merasakan dunia ini sempit karena kiata bisa menjangkau
tempat yang jaraknya ribuan kilometer hanya dalam hitungan jam. Dengan pesatnya
teknologi transportasi maka semakin besar dan kuat arus globalisasi.
13.
Proses Adanya Globalisasi
Maksud
daripada sub judul diatas adalah sejarah adanya globalisasi, terutama yang terjadi di Indonesia. Proses adanya globlisasi adalah
sebagai berikut:
Berkembangnya
perdagangan negara dari India dan Cina
Ø
Adanya
domninasi kauam Muslim dalam perdagangan di Asia Afrika. Para pedagang Muslim berdagang ke Jepang, Cina, Vietnam, Indonesia,
Malaka, Goa, serta membentuk jaringan perdagangan.
Ø
Ekspedisi
dunia secara besar – besaran didunia oleh orang Eropa yang didukung oleh
Revolusi Industri.
Ø
Berbagai
teknologi ditemukan seperti komputer, internet, dan sebagainya. Berkembangnya
industri dan kebutuhan akan bahan baku dan munculnya perusahaan multinasional.
Ø
Berakhirnya
Perang Dingin dan kejatuhan Komunisme di dunia. Dampak dari berakhirnya Perang
Dingin negara – negara didunia mulai menyediakan pasar bebas yang didukung oleh
komunikasi dan transportasi yang amat canggih.
14.
Beberapa
peluang adanya globalisasi :
Peluang dalam bidang bidang :
a. Politik.
-
Demokrasi
yang berintikan kebebasan mengemukakan pendapat.
-
Politik
luar negeri yang bebas aktif
-
Melaksanakan
good governance dengan prinsip partisipasi, transparai, rule of law.
-
Melaksanakan
efektifitas dan efesiensi dalam segala kegiatan pemerintahan.
b. Ekonomi
-
Menjaga
kestabilan ekonomi makro (globalisasi nilai ukar rupiah dan suku bunga)
-
Menyediakan
lembaga-lembaga ekonomi yang modern.
-
Mengekploitasi
sumber daya alam secara proporsional.
c. Social/budaya
-
Meningkatkan
kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang berbasis nilai-nilai
budaya nasional, komputerisasi dan komitmen memlaui dmokratisasi pendidikan
-
Penguasaan
IPTEK dan mengaplikasikan di masyarakat
-
Menyusun kode etik profesi sesuai dengan
karakter budaya bangsa.
d. Hankam
-
Mandiri
dalam produksi persenjataan dan kebutuhan lain yang dapat diproduksi di dalam
negeri
-
Pemberdayaan
sarana dan prasaranayang bersedia di dalam negeri
-
Impor
barang-barang untuk Hankam dilakukan karena belum dapat diproduksi didalam
negeri.
15.
Kecendrungan pengaruh globalisasi
terhadap nasionalisme :
a. Hilangnya diferensiaisi social dan interaksi social cepat
atau lmbat (kekuasaan menjadi tidak
dominan)
b. Canggihnya arus informasi
mengakibatkan lembaga enor / negara semakinberkurang.
c. Munculnya Cyberspace memerobos batas
territorial Negara . Negrra tidk lgi dpt memonopoi semua peraturn.
d. Adanya suatu gelombang perubhan
dalam sutau konstelasi polotik bersifat bipolar (barat vs timur, Negara maju vs
Negara sedang berkmbang)
e. Semakin kuatnya saling
ketergantungan antar Negara
f. Menonjolkan pemain – pemain baru
dibidang politik, ekonomi, social, lingkungan hidup, HAM dan Keamanan.
g. Larisnya isuisu bardalam hubungan
internasional (misalnya HAM, demokrasi, lingkungan hidup, dll)
16.
Tantangan masa depan dalam gelombang
globalisasi
a. Semakin miskiinya Negara Negara yang
kulaitas sumber daya manusianya rendah dan kekurangan sumber daya alam.
b. Akan banyak terjadipelanggaran HAM
jika perubahan social/ekonomi hanya berdasarkan profit.
c. Perlu menciptakan dn memelihara
tatanan dunia yang aman
d. Perlu diciptakan tatanan ekonomi dan
keuangan yang baru (IMF dan WTO perlu ditinjau ulang)
e. Perlu usaha usaha memelihara planet
bumi melalui perlindungan ekosistem oleh setiap manusia dimuka bumi (bukan
hanya tanggung jawab pemerintah atau LSM)
f. Kerjasama regional perlu
ditingkatkan karena kerjasama internasional tertumpu pada kerjasama regional
17.
Upaya Pemerintah menghadapi Era
Globalisasi dan perkembangan IPTEK
Dalam menghadapi globalisasi dan
perkembangan IPTEK, pemerintah menetapkan beberapa kebijakan seperti termuat
dalam GBHN sebagai berikut :
a. Bidang
Ekonomi
Kebijakan bidang ekonomi dalam upaya
menghadapi tantangan globalisasi disebutkan sebagai berikut :
·
Mengembangkan
perekonomian yang berorientasi global sesuai kemajuan teknologi dengan
membangun keunggulan kompetitif berdasarkan keunggulan komparatif sebagai
negara maritim dan agraris sesuai kompetensi dan produk unggulan di setiap
daerah pertanian dalam arti luas, kehutanan, kelautan, pertambangan,
pariwisata, serta industri kecil serta kerajinan rakyat.
·
Mengembangkan
kebijakan industri, perdagangan dan investasi dalam rangka meningkatkan
Persaingan global dengan membuka aksesibilitas yang sama terhadap kesempatan
kerja dan berusaha bagi segenap rakyat, dan seluruh daerah melalui keunggulan
kompetitif terutama berbasis keunggulan sumber daya manusia dengan menghapus
segala bentuk perlakuan diskriminatif dan hambatan.
b. Bidang
Politik
Kebijakan bidang politik dalam upaya
menghadapi tantangan globalisasi disebutkan sebagai berikut :
·
Menegaskan
arah politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan berorientasi pada
kepentingan nasional, menitikberatkan pada solidaritas antar negara berkembang
mendukung perjuangan kemerdekaan bangsa-bangsa, menolak penjajahan dalam segala
bentuk, serta kerja sama internasional bagi kesejahteraan rakyat.
·
Meningkatkan
kesiapan Indonesia dalam segala bidang untuk menghadapi perdagangan bebas,
terutama dalam menyongsong pemberlakuan AFTA, AFEC dan WTO.
·
Memperkuat
kelembagaan, sumber daya manusia, sarana dan prasarana penerangan khususnya di
luar negeri dalam rangka memperjuangkan kepentingan Nasional di Forum
Internasional.
c. Bidang
Agama
Kebijakan bidang Agama dalam upaya
menghadapi tantangan globalisasi disebutkan sebagai berikut :
·
Meningkatkan
kualitas pendidikan agama melalui penyempurnaan sistem pendidikan agama,
sehingga lebih terpadu dan integral dengan sistem pendidikan nasional dengan
didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai.
·
Meningkatkan
peran dan fungsi lembaga-lembaga keagamaan dalam ikut mengatasi dampak
perubahan yang terjadi dalam semua aspek kehidupan untuk memperkokoh jati diri
dan kepribadian bangsa, serta memperkuat kerukunan hidup bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara.
d. Bidang
Pendidikan
Kebijakan bidang Pendidikan dalam
upaya menghadapi tantangan globalisasi dan perkembangan IPTEK antara lain :
·
Meningkatkan
kemampuan akademik dan kesejahteraan tenaga kependidikan sebagai tenaga
kependidikan sebagai tenaga pendidikan mampu berfungsi secara optimal terutama
dalam peningkatan pendidikan watak dan budi pekerti agar dapat mengembalikan
wibawa lembaga dan tenaga pendidikan.
·
Meningkatkan
kualitas lembaga pendidikan yang diselenggarakan baik oleh masyarakat maupun
pemerintah untuk memantapkan sistem pendidikan yang efektif dan efisien dalam
menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
e. Bidang
Sosial Budaya
Kebijakan bidang sosial budaya dalam
upaya menghadapi tantangan globalisasi dan perkembangan IPTEK sebagai berikut :
·
Mengembangkan
dan membina kebudayaan Nasional bangsa Indonesia yang bersumber dari warisan
budaya leluhur bangsa, budaya nasional yang mengandung nilai-nilai universal,
termasuk kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam rangka mendukung
terpeliharanya kerukunan hidup bermasyarakat dan berbangsa dan bernegara.
·
Memberantas
secara sistematis perdagangan dan penyalahgunaan narkotika dan obat-obat
terlarang dengan memberikan sanksi yang seberat-beratnya kepada produsen,
pengedar dan pemakai.
·
Melindungi
segenap generasi muda dari bahaya destruktif, terutama bahaya penyalahgunaan
narkotika, obat-obatan terlarang dan narkotika lainnya melalui gerakan
pemberantasan dan peningkatan kesadaran masyarakat akan bahaya penyalahgunaan
narkotika. Membangun
Masyarakat Indonesia Modern Sesuai Budaya Bangsa.
Kemerdekaan memberikan kesempatan
kepada bangsa kita untuk mewujudkan cita-citanya, yaitu membangun manusia
Indonesia seutuhnya. Dengan berpedoman pada Pancasila, bangsa Indonesia
membangun masyarakat Indonesia modern sesuai budaya bangsa.
Terwujudnya masyarakat Indonesia
yang damai, demokratis, berkeadilan, berdaya asing, maju dan sejahtera, dalam
wadah negara kesatuan Republik Indonesia yang didukung oleh manusia Indonesia
yang sehat, mandiri, beriman, Bertakwa, cinta tanah air, berkesadaran hukum dan
lingkungan, menguasai IPTEK serta berdisiplin.
Dalam visi GBHN 1999 menunjukkan
bahwa nilai-nilai kemanusiaan menjadi ukuran segala upaya pemodernan
masyarakat. Keberhasilan pembangunan senantiasa harus dinilai berdasarkan kenyataan
sejauh mana proses dan juga hasil-hasil pembangunan telah mengangkat martabat
manusia Indonesia. Martabat manusia hendaklah menjadi ukuran terhadap
keberhasilan gerak pembangunan, namun ironisnya kadang-kadang atas nama
modernitas pembangunan tidak jarang justru diwarnai dengan tindakan-tindakan
yang tidak memanusiakan manusia, misalnya :
·
Perlakuan
sewenang-wenang terhadap buruh dan rakyat kecil
·
Penggusuran
permukiman penduduk secara paksa demi mendirikan bangunan prestisius.
·
Tindak
kekerasan
·
Pencemaran
lingkungan
·
Penyelewengan
pemanfaatan teknologi
·
Upaya
mendorong masyarakat bersikap materialistik dan hedonistic melalui berbagai
iklim.
Itulah kenyataan yang sebenarnya,
terwujudnya masyarakat Indonesia yang modern dan manusiawi harus terus
diperjuangkan. Dengan berbekal kemampuan IPTEK yang tangguh serta wawasan
kemanusiaan yang luas kita siap menapaki era globalisasi dan kemajuan IPTEK
menuju masyarakat Indonesia yang manusiawi.
18.
Kehidupan yang Diharapkan dalam
Pembangunan di Era Globalisasi
Ketika pembangunan kita memasuki era
globalisasi diperkirakan kita hidup dalam suasana penuh persaingan, perdagangan
bebas, dan hubungan antar bangsa yang semakin terbuka. Untuk itu diperlukan
persiapan yang matang dan memadai. Dengan demikian, gambaran kehidupan yang
sesuai dengan era itu antara lain sebagai berikut :
·
Kualitas
sumberdaya manusia yang tinggi, antara lain tercermin dari kemampuan
profesionalismenya untuk memenuhi kebutuhan pembangunan.
·
Semakin
handalnya sumber pembiayaan pembangunan yang berasal dari dalam negeri yang
berarti semakin kecil ketergantungan pada sumber pembiayaan dari luar negeri.
·
Kemampuan
untuk memenuhi sendiri kebutuhan yang paling pokok agar tidak menimbulkan
berbagai keraguan.
·
Ketahanan
ekonomi yang tangguh dan memiliki daya saing tinggi.
·
Etos
kerja dan disiplin masyarakat yang tinggi.
Selain itu, perlu diperhatikan juga
situasi internasional. Baik situasi politik, ekonomi, maupun keamanan. Karena
hal itu akan dapat mempengaruhi perkembangan kehidupan kita baik langsung
ataupun tidak langsung. Dan pada akhirnya akan dapat mengganggu tercapainya
sasaran pembangunan nasional.
19.
Tatanan Kehidupan Abad Teknologi
Canggih yang Berdasarkan Pancasila
Sekarang ini ilmu pengetahuan dan
teknologi telah berkembang begitu cepat dan canggih hal itu memacu adanya
perubahan di berbagai aspek kehidupan. Perubahan yang di sebabkan oleh masuknya
teknologi modern, dirasakan sebagai suatu hal yang sangat cepat dan mendesak.
Indonesia sebagai negara berkembang sangat merasakan hal itu, dengan demikian.
Indonesia harus melakukan alih teknologi untuk mempertahankan kehidupannya di
tengah pergaulan dengan negara lain.
Proses alih teknologi itu bukan
hanya langsung meniru dan menerapkan hasil budaya bangsa asing. Akan tetapi
bangsa Indonesia harus bersikap terbuka dengan masuknya hasil budaya bangsa
asing tersebut. Karena apabila, tidak bersikap terbuka, berarti bangsa
Indonesia menutup diri dengan segala kemajuan yang terjadi, dan dikhawatirkan
bangsa Indonesia akan ketinggalan dengan bangsa/ negara lain. Tentu saja, hal
itu tidak kita harapkan. Namun perlu di ingat dengan adanya proses alih
teknologi, kita harus menyiapkan segala kondisi fisik alamiah maupun sosial.
Hal itu dimaksudkan agar kita tidak kehilangan kepribadian bangsa. Kita sebagai
bangsa Indonesia patut bersyukur karena mempunyai landasan kepribadian yang
cukup kuat, yaitu Pancasila.
20.
Pentingya Pemantapan Rasa
Kebangsaan dan Kebanggaan Nasional Terhadap Kreasi dan Produksi dalam Negeri
Dengan belajar dari pengalaman
bangsa lain, bangsa Indonesia sejak dahulu telah mempunyai semangat kebangsaan
dan kebanggaan nasional yang tinggi. Namun untuk sekarang ini lebih
dikembangkan lagi dengan apa yang kemudian dikenal wawasan kebangsaan. Inti
dari konsep itu adalah loyalitas warga negara terhadap bangsa dan negaranya.
Bentuk loyalitas itu antara lain sebagai berikut :
·
Mengaku
sebagai warga negara Indonesia. Hal itu berarti mempunyai suatu kesadaran untuk
mengakui sebagai pendukung cita-cita dan tujuan yang menjadi jati diri bangsa
Indonesia.
·
Bangga
sebagai bangsa Indonesia. Dengan memiliki rasa bangga, maka akan timbul rasa
cinta yang kemudian akan rela berkorban demi kepentingan bangsa.
·
Mempunyai
rasa solidaritas sosial yang tinggi kita sebagai manusia tidak dapat hidup
sendiri. Oleh karena itu, kita harus mempunyai rasa solidaritas sosial yang
tinggi. Sikap dan perilaku tersebut dapat diwujudkan dengan bekerja sama dan
tolong menolong terhadap orang lain.
Di era globalisasi ini, ilmu
pengetahuan dan teknologi (IPTEK) menjadi faktor yang sangat mempengaruhi kehidupan
IPTEK menjadi faktor penentu keberadaan dan kemajuan masyarakat. Kecenderungan
ke arah globalisasi dan pemanfaatan IPTEK akan terlindas oleh kemajuan
bangsa-bangsa lain.
Berkat kemajuan IPTEK, kini kita
begitu mudah berkomunikasi dan berinteraksi dengan masyarakat dunia. Terjadinya
proses akulturasi dan pengaruh nilai-nilai kebudayaan antar bangsa secara
langsung ataupun tidak langsung dapat mempengaruhi nilai, tata hidup, gaya
hidup, sikap hidup, maupun pikiran kita. Untuk itu diperlukan sikap bijaksana,
yaitu kesediaan untuk membuka diri terhadap tuntutan zaman, sekaligus waspada
terhadap nilai-nilai sosial budaya dari luar. Hanya nilai-nilai yang sesuai
dengan kepribadian kita yang kita serap.
Dengan meningkatnya hubungan antar
bangsa di dunia, maka pengaruh tata nilai dan budaya luar akan makin tinggi
pula masuk ke Indonesia. Akibatnya kalau kita tidak mempunyai ketahanan mental,
ideologi, dan kewaspadaan kita dapat menjadi korban globalisasi dan pergaulan
antar bangsa. Sadar akan besarnya bahaya yang akan mengancam moralitas bangsa,
pemerintah mengambil langkah-langkah guna mempertahankan kepribadian bangsa
Indonesia kepribadian yang dimaksud adalah kepribadian yang berakar dan
bersejarah dan kebudayaan Indonesia. Yaitu kebudayaan yang menghargai
keserasian dan keselarasan sebagai nilai esensial.
21.
Nilai-Nilai yang Dapat Merusak
Kepribadian Bangsa
Adapun beberapa nilai-nilai yang
tidak sesuai atau lebih – lebih yang dapat merusak kepribadian bangsa yang
harus kita tolak, misalnya :
·
Sekularisme,
yaitu paham atau pandangan falsafah yang berpendirian bahwa moralitas tidak
perlu didasarkan pada ajaran agama.
·
Individualisme,
yaitu sikap yang mementingkan kepentingan sendiri
·
Hedonisme,
yaitu paham yang melihat bahwa kesenangan atau kenikmatan menjadi tujuan hidup
dan tindakan manusia
·
Materialisme,
yaitu sikap yang selalu mengutamakan dan mengukur segala sesuatu berdasarkan
materi. Hubungan batiniah tidak lagi menjadi bahan pertimbangan dalam hubungan
antar manusia
·
Ekstremisme,
yaitu pikiran atau tindakan seseorang yang melampaui batas kebiasaan /
norma-norma yang ada dan berlaku di suatu tempat
·
Chauvinisme,
yaitu paham yang mengagung-agungkan bangsa sendiri dan merendahkan bangsa lain
·
Elitisme,
yaitu sikap yang cenderung bergaya hidup berbeda dengan rakyat kebanyakan
·
Konsumenisme,
yaitu paham atau gaya hidup menganggap barang-barang sebagai ukuran kebahagiaan
dan kesenangan
·
Diskriminatif,
yaitu sifat seseorang yang suka membeda-bedakan antar yang satu dengan lainnya
·
Glamoristik,
yaitu sikap atau gaya hidup suka menonjolkan kemewahan.
Kelemahan dan kekuatan Indonesia
dalammenghadapi era globalisasi
Gejala
gejala paradox itu misalnya dapat kita lihat dalam proses globalisasi yang
berefek pada diferensiasi, pada suatu
satu pihak terdapat suatu budaya munculnya subbudaya tetapi pada pihak lain
atau bersamaan waktunya munculah gejala homogenisasi bentuk budaya terutama
yang di sebabkan oleh komunikasi antar manusia yang semakin inten.
Negara-negara yang terdiri dari berbagai jenis etnis yang dahulunya secara kuat
dikat oleh negara,kini seakan akan ikatan itu mulai melemah dengan munculnya
budaya etnis.masalah ini bagi budaya Indonesia sejak semula oleh pendiri
republic ini mulai disadari ( founding fathers). Semboyan Bhineka Tunggal Ika
berarti pengakuanterhadap nilai-nilai subbudaya etnis dari bangsa Indonesia
yang bhinneka, namun keseluruhannya diikat oleh suatu cita-cita yaitu bangsa
Indonesia yang berupaya menciptakan budaya nasional Indonesia sebagai puncak
budaya etnis. Intensifnya media masa mempromosikan daerah-daerah yang dahulunya
terpencil, tetapi sangat eksotis membuat daya turis bagi turisme internasional.
Kemajuan
pesat tekhnologi dalam wujud triple “T” Revolution, telekomunikasi atau
informasi, transportasi dan trade (perdagangan bebas) membuat hubungan umat
manusia antar Negara menjadi sangat intens seakan-akan menggilas Negara bangsa
dan membangun citra global. Kemajuan pesat tekhnologi ini membawa muatan isu
global seperti demokratisasi, hak asasi manusia dan kelestarian lingkungan
hidup. Sebagai bangsa Indonesia, dengan berpijak pada budaya pancasila, kita
harus siap menghadapi kekuatan global tersebut, agar tetap eksis sebagai suatu
bangsa dalam pergaulan dunia.
Untuk
menghadapi globalisasi tersebut kita harus tahu kekuatan dan kelemahan yang kita
miliki dalam segenap aspek kehidupan bangsa (astagatra) sebagai berikut :
1. Geografi
Potensi wilayah darat,
laut, udara, dan iklim tropis sebagai ruang hidup sangat baik dan strategis.,
namun di sisi lain terdapat kelemahan dalm pendayagunaanwilayah darat, laut,
dirgantara, dan pengaturn tata ruangnya.
2. Sumber
Kekayaan Alam
Potensi sumber kekayaan
alam (SKA) didaratan, lautan, dan dirgantara,baik yang bersifat hayati maupun
nonhayati, serta yang dapat diperbaharui maupun yang tidak dapat diperbaharui
sangat besar. Hal ini merupakan modal dan kekuatan dalam pembangunan. Namun,
kelemahannya belum sepenuhnya potensi sumber kekayaan alam tersebut
dimanfaatkan secara optimal. Kalaupun ada yang telah dimanfaatkan masih ada
diantaranyadalam pemanfaatannya karena kurang memperhatikan kelesrarian dan
distribusi hasilnya. Hal ini tidak sejalan dengan konsep pembangunan
berkelanjutan dan keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia. Disisi lain
juga sumber kekayaan alam yang ada tidak seluruhnya dapat dijaga keamanannya
dengan baik atau dengan kata lain rawan pencurian.
3. Demografi
Jumlah penduduk
Indonesia termasuk nomer 4 di dunia. Pertumbuhannya dapat ditekan akibat makin
meningkatnya tingkat pengetahuan masyarakat melalui KB (Pertumbuhan 1,9%).
Begitu juga tingkat kesehatan harapan hidup, dan kualitas fisik semakin
meningkat. Kelemahannya, sebagian penduduk Indonesia antarwilayah atau daerah
atau antarpulau tidak proporsional, pertumbuhan belum mencapai zero growth dan
kualitas nonfisik yang masih rendah.
4. Ideologi
Dalam
kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat kita berpegang pada ideologi
Pancasila. Pancasila telah diterima sebagai satu-satunya asas dalam kehidupan
berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat. Pembudayaan Pancasila dalam kehidupan
sehari-hari (nilai praktis) telah dan sedang dilaksanakan. Kelemahannya,
pengamalan atau pembudayaan Pancasila tersebut belum sepenuhnya terwujud. Ini
adalah tantangan bagi seluruh bangsa Indonesia dan jika ideology Pancasila
tersebut tidak dapat memberikan harapan hidup lebih baik bukan tidak mungkin
akan ditinggalkan oleh masyarakat.
5.
Politik
Dalam
pelaksanaan politik sudah diciptakan kerangka landasan sistem Politik Demokrasi
Pancasila dan sudah tertata terutama struktur politik dan mekanismenya.
Kendatipun
demikian, hal ini perlu dikaji dan disempurnakan sesuai aspirasi dan
perkembangan masyarakat demikian juga pelaksanaannya terus memerlukan
penyempurnaan sesuai dengan tuntutan kebutuhan dan perkembangan masyarakat.
Kelemahannya, budaya politik masih perlu perbaikan dan peningkatan.
Suprastruktur masih sangat dominan apabila dibandingkan dengan infrastruktur
dan substruktur. Begitu juga komunikasi politik dan partisipasi politik perlu
mendapat perhatian untuk diperbaiki.
6.
Ekonomi
Kekuatan
perekonomian Indonesia terletak pada struktur perekonomian yang makin seimbang
antara sector pertanian dengan sector industry dan jasa. Pertumbuhan
perekonomian cukup tinggi (rata-rata + 7%). Kelemahannya, perindustrian
belum begitu kokoh karena masih tergantung pada impor bahan baku atau komponen.
Impor bahan baku atau komponen serta impor bahan-bahan lainnya sampai kepada
barang konsumsi membuat cadangan devisa yang semakin merosot. Belum lagi
ditambah utang luar negeri, untuk membiayai pembangunan, harus dicicil dengan
devisa yang kita miliki. Sementara itu, dalam proses pembangunan terjadi
ekonomi biaya tinggi (high cost economy) yang menbuat inefisien biaya
pembangunan. Kesenjangan ekonomi juga cenderung semakin tinggi dapat memacu dan
memicu destabilisasi ekonomi dan politik yang berpengaruh terhadap kelangsungan
pembangunan tersebut. Perpajakan juga masih lemahdan perlu mendapat perhatian
dalam upaya meningkatkan biaya pembangunan yang sedang dijalankan saat ini.
7.
Social Budaya
Kekuatan
bangsa Indonesia terletak pada kebhinekaannya, bagaikan kumpulan bunga
bewarna-warni dalam sebuah taman. Tetapi apabila kebhinekaan atau kemajemukan
tersebut tidak dapat dibina dengan baik bukan tidak mungkin dapat menjadi
perpecahan. Dalam kegiatan belajar terdahulu kemajemukan Indonesia disebut juga
rawan perpecahan. Sementara sebagai hasil pembangunan yang kita lakukan selama
PJPT I di era orde baru ini dapat meningkatkan kesejahteraan dan kecerdasan
rakyat serta meningkatkan harkat martabat jatidiri sebagai bangsa Indonesia
yang tidak lepas dari akar kebudayaan. Namun demikian, masih banyak kelemahan
yang perlu diperbaiki diantaranya, berkembangnya primordialisme, kolusi,
korupsi, dan nepotisme yang membudaya dan displin nasional yang semakin
merosot. Kehidupan masyarakat agak cenderung kearah individualistis dan
materialistis dan makin berkurangnya keteladan para pemimpin.
8.
Pertahanan dan Keamanan
Dalam
bidang pertahanan dan keamanan sudah ditata sistem. Pertahanan dan keamanan
rakyat semesta, doktrin Hankamrata serta diundangkan UU No.20 Tahun 1982
tentang Pertahanan dan Keamanan Negara. Di sisi lain bangsa Indonesia mewarisi
tradisi sebagai bangsa pejuang yang merebut kemerdekaan darin penjajah
merupakan sumber kekuatan.Kelemahannya sishankamrata tersebut belum sepenuhnya
terwujud. Kesadaran bela Negara belum memasyarakat. Sementara itu tingkat
keamanan masyrakat masih terganggu dengan makin meningkatnya kriminalitas.
Berpijak
pada kekuatan dan kelemahan yang kita miliki menghadapi era globalisasi. Factor
yang berpengaruh sangat dominan adalah perekonomian, khususnya perdagangan
(trade) untuk memperoleh keuntungan bagi kesejahteraan rakyat masing-masing
Negara. Semua kegiatan atau upaya selalu dikaitkan dengan kepentingan ekonomi
atau perdagangan. Kondisi sekarang Negara-negara maju menguasai sebagian besar
modal, tekhnologi atau skill. Kondisi
ini sangat menguntungkan Negara-negara maju dalam liberalisasi perdagangan
dibandingkan dengan Negara-negara berkembang. Hal ini merupakan tantangan bagi
bangsa Indonesia untuk mensejajarkan diri dengan bangsa atau Negara maju
tersebut, melalui peningkatan ketahanan nasional Indonesia. Kunci dalam
peningkatan tannas Indonesia itu adalah peningkatan kualitas sumber daya
manusia Indonesia menuju ke penguasaan ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang
dilandasi oleh iman dan taqwa.
B.
Ketahanan Nasional yang diharapkan di Era Globalisasi
Sebagaimana
bahwa ketahanan nasional Indonesia harus mampu memberikan jaminan, terhadap:
1.
Identitas dan integritas Nasional
2.
Eksistensi bangsa Indonesia dan Negara
Kesatuan Republik Indonesia
3.
Tercapainya tujuan dan cita-cita
Nasional
Untuk itu, bangsa Indonesia melakukan
pembangunan nasional (Bangnas). Dalam pembangunan national tersebut diupayakan
dengan pendekatan tannas yang dilandasi oleh wawasan nusantara. Oleh karena itu
pula, wawasan nusantara sebagai wawasan dalam pembangunan nasional.
Penerapan pendekatan tannas dalam
pembangunan nasional sejalan dengan kelemahan dan kekuatan yang kita miliki
seperti diutarakan maka diperlukan pengaturan dalam segenap aspek kehidupan
bangsa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar